Cara terbaik melupakan sesuatu adalah dengan melewatkannya begitu saja #katateman

Advertisements

Sedetik…

Sedetik yang kuikat… Tak ada kata meminta

Sedetik terlepas… Tersisa ketiadaan

Tanyamu… Menjawab mungkin

Sedetik… Terlewat

Terlempar sebongkah nyali,

Terkubur perasaan dengan cara rahasia

dan sepenggal kata Mbak Himsa yang digubah, jadikanlah cukup bagi sedetik itu…

Aku mau memperjuangkanmu. Tapi kamu tak perlu tahu. Karena itu kamu tak perlu tahu apa-apa. Kamu juga tak perlu tahu perasaanku, apalagi rinduku. Agar jika suatu saat hatiku di balik olehNya, kamu tak akan jatuh terlalu sakit. Atau jika suatu saat kamu harus memilih orang lain, aku pun sudah siap melapangkan hati. Begitulah. Pembenaran demi pembenaran kurangkai sedemikian rupa, menjadi tameng untuk menyembunyikan ketidakberdayaanku. Ya, aku mau memperjuangkanmu. Tapi kamu tak perlu tahu.

Ada Apa?

Ada yang ingin kusampaikan lewat barisan kata ini… untukmu… siapa saja yang membaca…

 

Screenshot_12
jendela kampus pagi ini

 

Saat lelah selalunya kutemukan celah yang hadirkan angin, siap terbangkan aku menjauh dari sekedar pasrah

 

 

 

 

abstrak
abstrak

 

Aku hanya goresan abstrak yang tak terbaca. Berjanjilah untuk setia mengeja tiap kertas yang kutinta dengan warna. Rindu kita sama: ada.

 

 

 

 

 

IMG-20140706-01078
buku-kata

 

Nanti, kau bisa kenang aku dengan kata yang bisa kau sebut sebagai cinta.

 

 

 

 

embun
embun pagi. Foto diambil dari google

 

Pagi ini, aku masih enggan menyentuhmu. Sebab, kau masih menjelma dingin yang tak mau tertinggal pada embun: kenangan.