The Secret Letter of The Monk

Take the time to learn from your mistakes… Kataku setelah baru saja menyelesaikan dua bab buku “The Secret Letter of The Monk Who Sold His Ferrari. Ada sedikit kutipan yang aku tulis walau sebenarnya belum selesai terangkum sepenuhnya dari buku tersebut.

  1. Tapi kuharap kau bisa berfokus pada kesempatan yang dapat kau raih daripada ketidaknyamanan yang mungkin kau hadapi. Bagaimanapun, hidup adalah perjalanan, dan yang terpenting bukanlah apa yang kau dapat, melainkan menjadi siapa dirimu.
  2. Caramu berhubungan dengan orang lain menunjukkan caramu berhubungan dengan diri sendiri. Kau orang baik tapi kupikir kau tidak selalu memperlakukan dirimu seperti itu.
  3. Kita manusia biasa, tak punya kemampuan untuk membangun sesuatu yang begitu mengagumkan dalam sekejap. Kita harus sabar. Kita harus membangun segalanya perlahan-lahan, satu bata demi satu bata. Sebesar apapun keinginan kita untuk meraih hal-hal yang hebat dalam waktu singkat, bukan begitu cara kerja dunia kita. Kecerdasan adalah sebua proses.
  4. Tindakan paling kecil sekalipun selalu lebih baik daripada niat paling ambisius. Dan Hasil selalu bicara lebih lantang dari kata-kata.
  5. Dalam pandanganku, pekerjaan adalah kendaraan untuk lebih mengenali bakat kita, mengungkapkan lebih banyak potensi kita, dan memberi manfaat pada sesama manusia.
  6. Aku belajar bahwa aku lebih kuat daripada batas-batas yang kubuat. Dan bagiku, semua alasan yang kubuat tampaknya hanya kebohongan yang berusaha ditanamkan oleh rasa takutku.
  7. Kita mungkin lebih mudah untuk melakukan salah terhadap orang-orang terdekat kita, karena kita menganggap mereka akan selalu lebih mudah untuk memaafkan.

(bersambung)

3 Pertanyaan

Allah, maukah engkau membantu menjawab pertanyaanku? Sederhana saja.

1. Kapankah waktu yang paling penting?

2. Siapakah orang yang paling penting?

3. Apakah hal yang paling penting untuk dilakukan?

Bagaimana jika aku mencoba menjawab ketiganya dengan: Saat ini, Orang yang sedang bersamaku, dan Peduli. Bagaimana menurutMu?

Untuk yang pertama, “saat ini”, barangkali kesempatan memang tak pernah datang dua kali. Ah tapi aku mungkin sering melupakannya. Tapi tentu saja, aku akan melakukannya. Jika aku memang perlu meminta maaf, mengucapkan rasa sayang, atau betapa aku berterimakasih atas suatu hal. Aku akan melakukannya sekarang, bukan besok. Bukan lima menit lagi. Sekarang. Lima menit seringkali sudah terlambat. Sekarang.

Kedua, mungkin akan sedikit mendalam untuk menjawabnya. Aku teringat percakapan dengan seorang teman ketika memikirkan jawaban ini, ‘siapapun yang ada di hadapanmu, mungkin kamu satu satunya orang yang perhatiannya tak pernah terbagi’. Kalimat itu masih perlu diuji oleh waktu. Tapi setidaknya saya menyadari, ada orangorang yang tampak luarnya seperti mendengarkan, tetapi dalam hati mungkin ingin aku cepatcepat pergi. Aku juga teringat, ketika mengajukan pertanyaan pribadi dan terkejut ketika si pendengar memberi perhatian penuh. Ia membuat aku merasa dihargai. Barangkali juga, tak peduli siapapun orang yang disampingku, adalah orang yang paling penting sedunia. Tak ada urusan yang lebih penting selain menghargainya. Dan karena saat terbanyak dalam hidupku adalah saat bersama diri sendiri, akulah orang yang paling penting untuk dihargai dan dihormati.

Terakhir, peduli yaitu berhati-hati. Terhadap diriku dan apa yang aku pertanggungjawabkan atas perbuatanku.

Bagaimana menurutMu, Allah?

*terinspirasi dari tulisan Ajahn Bram 

Cara Asik Nikmati Hari-Harimu

organize your lifeSeringkali rutinitas, dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Hingga semua tujuan kita mengabur dan lama-lama menghilang. Tak jarang kita juga kehilangan kesempatan emas karena keteledoran dan ketidakteraturan hidup kita.

Mungkin sekarang ini kamu lagi banyak kegiatan dan lagi ribet ini itu. Bingung ngatur waktu karena banyaknya kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Gak bisa tidur karena pusing mikirin tugas-tugas yang numpuk dan besok harus dikumpulin, mana dosennya galak banget. Wah pusing ya kalau kayak gitu urusannya. Atau mungkin setiap semester baru kamu ke kampus membawa sebuah binder dan buku tulis setiap mata pelajaran. Kamar kost mu tertata dengan rapi dan meja belajarmu bersih. Enam minggu berlalu, semua kondisi itu berubah, kamarmu kembali berantakan dan kamu bingung mencari-cari buku catatan yang hilang, map tugas-tugasmu tak tahu entah dimana. Dijamin kalau kayak gitu caranya bakal pusing kepala.

Bagi sebagian orang, menata sesuatu itu mudah. Tapi ada juga yang harus belajar untuk membuat hidup dan waktunya menjadi lebih teratur. Kamu gak usah khawatir. Buku ini akan memperlihatkan pada kamu bagaimana membuat waktumu lebih banyak bareng temen, keluarga, dan sahabat. Strespun berkurang dan kamu akan mendapat kebebasan yang lebih banyak. Menjaga hidup teratur akan membantu pikiran kita menjadi teratur juga. Dan seperti yang kamu tahu, itu bukan hal yang kecil tapi kalau dilakukan dengan baik akan membuat kamu lebih asyik nikmati hari-harimu.

Buku ini dirancang oleh penulisnya, Samantha Moss dan beberapa rekannya yang juga seorang organisator remaja profesional untuk membantu menata waktu kamu. Dalam buku ini kamu akan menemukan berbagai panduan atau cara mengatur waktumu dan juga memberi informasi manfaat keteraturan buat hidupmu. Dalam buku ini juga dilengkapi ilustrasi dan contoh-contoh membuat sebuah jadwal kegiatanmu. Buku ini bisa jadi pedoman yang baik bagi kamu yang punya segudang kegiatan.

Buku ini berusaha mengajak kamu untuk berpikir dan sebebas mungkin mengekspresikan apa yang ingin kamu lakukan namun tidak mengurangi waktumu untuk bermain. Panduan yang ditulis dengan sangat detail dan halaman full color ini tak akan membuatmu bosan membacanya. Ilustrasi yang menarik dan tertata rapi juga akan membuat kita mudah memahami semua penjelasannya.

Kelemahan buku ini sulit dicari, hanya saja halamannya mudah lepas dari buku membuat kamu harus berhati-hati ketika membacanya. Dengan adanya kekurangan buku ini, tetap saja buku ini layak untuk dibaca dan dimiliki. Karena buku ini akan banyak membantu kamu mengatasi semua kegiatanmu. Yakinlah kamu punya kemampuan untuk menjadikan kehidupanmu berharga dan penuh kegembiraan, dan tentunya kamu bisa meraih impianmu dengan hidup yang teratur.