Jogja: Akibat Promo Tiket PT KAI

Aku pernah deg-degan saat membocorkan rencana liburan yang kubilang keren kepada orang-orang. Ada banyak sekali sebenarnya yang ingin aku ceritakan tentang perjalananku ke Jogja September 2016 dan Mei 2017  lalu. Sayangnya, tumpukan pekerjaan bergantian datang, sehingga aku jelas belum bisa menulis catatan tentang perjalanan ke Jogja sebagai prioritas utama. Meski begitu, aku merasa punya tanggung jawab untuk tetap menuliskan perjalanan ini. Bagaimanapun, aku akan berusaha menceritakan setiap bagian perjalanan ini tanpa terpotong. Enjoy it!

Tentang 28-29 September 2016 itu sebenarnya adalah rejeki yang tidak pernah terdua. Seminggu sebelum keberangkatanku ke Jogja, kakak ipar mengirimkan chat di BBM agar segera mengirimkan foto KTP untuk membeli tiket kereta ke Jogja. Tanpa pikir panjang aku memotret KTP menggunakan handphone dan segera mengirimnya. Padahal saat itu aku sedang di bus untuk pulang kampung ke Kediri setelah beberapa minggu menghabiskan waktu kuliah di Malang.

Sebenarnya aku sudah berkali-kali ke Jogja, baik sendirian maupun ikut rombongan. Tapi kali ini, perjalananku ditemani oleh Abang (Kakak Ipar). Setelah sejak setahun (2015-2016) yang lalu aku merayu orang-orang untuk mau menikmati liburan ke Jogja, cuma abang satu-satunya yang mau menemaniku. “Akhirnya…” pikirku. Empat hari menjelang keberangkatan itu, hari-hariku sibuk oleh rencana perjalanan sampai memikirkan pundi-pundi uang saku yang harus disiapkan. Kalau bukan karena program tiket promo ulang tahun PT. KAI, aku tidak  mungkin berangkat.

Dan ketahuilah, INI ADALAH PERTAMA KALINYA AKU JATUH CINTA NAIK KERETA dan kemudian ketagihan! Lol!

Apesnya, saldo di rekeningku saat itu hanya tersisa Rp 1.300.000,- (padahal tak ada anggaran travelling bulan ini). Let’s see what I can do there.

Lalu, marilah kita rinci secara lebih detail! Sebelumnya aku memang sudah melakukan survey destinasi wisata di Jogja jauh sebelum promo kereta PT.KAI ini jadi agenda liburan dadakan. Dan, karena pertimbangan waktu yang singkat hanya 2 hari 1 malam sekaligus mengatur rute perjalanan agar padat dan tidak membuang waktu, aku memutuskan menanyakan rute perjalananku selama disana ke salah seorang teman yang bekerja sebagai tour guide di Jogja .

 

Aktivitas – Transportasi – Tiket Wisata

Kota wisata sekelas Jogja, transportasi yang bisa digunakan cukup lengkap. Jadi wisatawan tidak perlu kebingungan untuk menuju destinasi tujuannya. Dan untuk liburan kali ini kami menghabiskan waktu mengelilingi Jogja menggunakan jalur darat –lagi-lagi karena promo tiket PT. KAI. Berdasarkan rencana perjalanan yang sudah aku buat, maka rincian aktivitas- transportasi dan tiket wisatanya adalah sebagai berikut:

  • Perjalanan ditempuh menggunakan kereta dengan jalur Kediri-Jogja yang memakan waktu 5 jam saja! Dengan biaya sebesar Rp 57.000,- untuk pulang dan pergi. Kereta yang kami gunakan adalah Krakatau Ekspress yang turun di stasiun Lempuyangan Jogja. Oh iya, kalau dari Kediri, perjalanan menggunakan kereta ini adalah pilihan terbaik, kenapa? Karena waktu lebih efisien daripada naik BUS atau menggunakan mobil yang memakan waktu hampir 9 jam perjalanan.
  • Sesampai di stasiun, kami memilih menyewa motor sebagai kendaraan selama 2 hari di Jogja. Saat di kereta, kami sudah membooking jasa rental motor (Jogjig) yang letak pangkalannya tepat di depan stasiun Lempuyangan. Untuk 2 hari pemakaian (sebenarnya sih hanya pakai 32 jam bukan 48 jam) kami dikenakan biaya Rp 160.000,- dengan jaminan 2 KTP. Kami memilih motor Vario 150 cc dengan fasilitas 2 Helm dan Jas hujan. Setelah mendapatkan motor yang sesuai pesanan, kami lanjut mengisi bensin (pertalite) di pom bensin sebanyak Rp 20.000,-

 

  1. Senja di Candi Ijo

Kedatangan kami di stasiun Lempuyangan menggunakan Kereta Api Krakatau sekitar pukul 12.45. Selama di kereta, kami sudah melakukan booking motor di Jogjig. Rute pertama kami adalah di Candi Ijo yang terletak di Desa Sambirejo, Sleman. Jarak yang ditempuh dari stasiun Lempuyangan sekitar 1 jam. Arsitektur sederhana candi Hindu berada di ketinggian yang menyajikan pesona pemandangan dan budaya menjadi spot kami untuk beristirahat sejenak menikmati senja. Candi ini buka mulai pukul 07.00-16.30 dengan tiket masuk gratis dan biaya parkir 3000 rupiah. (maps: https://www.google.co.id/maps/dir/”/maps+candi+ijo+jogja/@-7.7838262,110.4418142,12z/data=!3m1!4b1!4m8!4m7!1m0!1m5!1m1!1s0x2e7a5aa8d6b14f85:0xa062a1bc51696d11!2m2!1d110.5118548!2d-7.7838319)

  1. Bersantai di GWK-nya Jogja: Tebing Breksi

Sejalan dengan wisata Candi Ijo (jaraknya sekitar 200 m dari Candi Ijo), kami melanjutkan perjalanan ke Tebing Breksi. Disana tidak terlalu ramai wisatawan karena sudah cukup sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Awalnya Tebing Breksi bukanlah tujuan wisata kami, namun karena ternyata perjalanan ke Candi Ijo berdekatan dengan Tebing Breksi (200 meter) maka kami putuskan untuk mampir. Tebing Breksi adalah bekas tambang batu yang akhirnya dijadikan wisata dan dikelola oleh warga setempat. Bekas pertambangan batu itu di poles sedemikian rupa hingga bisa menjadi tempat wisata. Batu Breksi yang ada di sana dipahat dan menjadi karya seni yang bisa dinikmati para wisatawan. Waktu itu, saat kami berkunjung, lokasi Tebing Breksi masih dalam proses pembangunan. Ada banyak pahatan yang belum jadi dan beberapa spot masih dalam tahap pengerjaan. Dan menariknya, untuk menikmati pemandangan di sini sambil bersantai di atas tebing, kami hanya harus membayar 3.000 untuk parkir dan 7000 untuk tiket wisata seikhlasnya. Murah bukan? Eits, tapi jangan jadi pelit kalo liburan ke sini. (maps: https://www.google.co.id/maps/dir/”/tebing+breksi/@-7.7823161,110.4347302,12z/data=!3m1!4b1!4m8!4m7!1m0!1m5!1m1!1s0x2e7a5aa46eac45ff:0xf4d2d3dc97e5ce3f!2m2!1d110.5047708!2d-7.7823218)

Setelah dua destinasi terpenuhi, kami kembali ke kota untuk menuju penginapan yang letaknya tepat di pusat Kota Jogja. Lagi-lagi kami masih menggunakan motor dan mengandalkan google map. Sampai di penginapan, kami hanya memiliki waktu 3 jam untuk check in, bersih-bersih dan mandi, setelah itu perjalanan kami lanjutkan untuk eksplore pusat kota Jogja a.k.a Malioboro!

  1. Jelajah Malioboro

Perjalanan malam itu kami awali di Tugu Jogja untuk berfoto ria. Ini adalah objek wisata gratis yang ramai oleh wisatawan. Untuk menuju kesini, kami membutuhkan waktu 10 menit dan hanya mengeluarkan biaya parkir motor sebesar Rp 2000,-. Oh ya, tidak perlu repot untuk mencari tempat parkir karena banyak kantong-kantong parkir yang disediakan di sekitar Tugu Jogja.

Dari Tugu Jogja, kami lurus saja menuju Malioboro, menikmati malam dengan duduk cantik dan berfoto di tengah keramian Malioboro. Kami hanya mengeluarkan biaya parkir motor sebesar Rp 3000,-. Jangan takut kesepian kalau ke Malioboro! Di sepanjang jalan Malioboro ada banyak seniman jalanan yang menampilkan karyanya, mulai dari pelukis hingga perkusi. Tak perlu takut kelaparan juga! Di sepanjang jalan selalu ramai penjual makanan dan oleh-oleh khas Jogja yang harganya sangat terjangkau (asal pinter nawar) hehehe.

  • Setelah puas, kami kembali ke penginapan dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari. Malam itu kami mengisi bensin lagi sebesar Rp 20.000,-. Tapi karena tidak bisa tidur, kami bersantai di ruang baca (ruang santai) hotel yang ada di lantai dua tepat di atas lobby.
  1. Trekking Spot Foto di Kalibiru

Pagi kedua ini, rupanya aku masih di kamar hotel. Sounds good! Kami melanjutkan perjalanan ke Kalibiru yang terletak di Kulonprogo, memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit masih menggunakan motor dan mengandalkan google map. Rute menuju Kalibiru mudah ditemukan dan jalanannya sudah mulus ber-aspal! tapi setelah sampai, fiuh rasanya seperti mendaki gunung! Sampai di lokasi kami membayar biaya parkir motor Rp 3000,- dan bersiap menuju objek wisata yang katanya instagramable. Jalur menuju kalibiru sangat menanjak dan butuh banyak tenaga (saran: pakailah sepatu yang nyaman, jangan bawa barang berat-berat, sebelum kesini lebih baik jogging seminggu. hahaha) Di masing-masing spot yang bisa digunakan untuk foto dipatok biaya sebesar Rp 30.000,- untuk dua orang. Dan aku memilih dua spot untuk berfoto. Apa yang unik? Spot foto berbentuk kayu di atas ketinggian dengan pemandangan danau di belakangnya yang sangat cantik!. Nah jangan kekurangan fotografer, di Kalibiru setiap spot dilengkapi dengan fotografer, editor foto, dan pengarah gaya. Tak tanggung-tanggung, kamera yang digunakanpun sudah DSLR Canon 60D dan di atasnya. Jadi jangan khawatir dengan kualitas fotonya. (saran: kalau mau berkunjung ke sini lebih pagi lebih baik agar tidak terlalu ramai)

  1. Menggali Kenangan Sejarah di Borobudur

Selesai menikmati pemandangan di Kalibiru, kami menuju destinasi selanjutnya yaitu Candi Borobudur. Well, untuk menuju kesana kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam (karena arahnya berlawanan dengan Kalibiru). Untuk kendaraan bermotor hanya disediakan area parkir di luar kompleks candi dengan biaya sebesar Rp 3000,-. Otomatis kami harus berjalan kaki menuju lokasi candi. (Saranku tetap sama: banyak olahraga, pakai sepatu dan pakaian yang nyaman, dan bawa minum). Kami menuju loket masuk dan membeli tiket dengan biaya Rp 60.000,- untuk dua orang. Oh ya, di dalam juga disediakan tempat penitipan barang dan kami memilih menitipkan barang-barang bawaan di sana, GRATIS!

Sudah cukup dengan pemandangan alami Kalibiru, saatnya kini menikmati wisata sejarah Candi Borobudur. Siang yang terik itu kami mendapatkan sedikit penjelasan dari petugas Candi Borobudur mengenai relief-relief yang ada di sekeliling candi. Nah, ternyata di sudut kiri candi, terdapat tumpukan batu yang memang dikhususnkan. Kenapa? Ternyata relief yang ada di batu tersebut berisi gambar dan berkisah yang agak vulgar sehingga dipisahkan agar tidak semua pengunjung (terutama anak kecil) bisa melihatnya. Mau tau cerita yang lebih lengkap ketika berkunjung ke Candi Borobudur? Jangan lupa sewa guide! Kadang-kadang itu kesalahan terbesarku ketika berkunjung ke lokasi wisata, lupa sewa tour guide!

Total untuk transportasi dan tiket wisata pada perjalanan ini menghabiskan dana sebesar Rp 419.000,- Bagaimana dengan pengeluaran berikutnya?

 

Penginapan

Nah, untuk memilih penginapan sebenarnya susah-susah gampang. Tapi untungnya ada banyak pilihan yang bisa kita lihat review-nya di internet. Setelah berjam-jam sebelum keberangkatan aku mencari penginapan. Pilihanku jatuh ke hostel dengan pertimbangan biaya dan daya jangkau. Di Jogja, kami memilih menginap di Edu Hostel Jogja yang terletak di Let Jen Suprapto No.17, Ngampilan, Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55261 (review saya tentang hostel ini bisa di cek di tripadvisor)

  • Kami memilih kamar yang berisi 8 ranjang dengan biaya masing-masing orang sebesar Rp 80.000,- per malam dan sudah termasuk sarapan.
  • Untuk menyimpan barang-barang disediakan loker di masing-masing kamar, tapi kami masih harus membeli kunci alias gembok seharga Rp 12.000. (24.000 rupiah untuk 2 orang)
  • Pada saat check in kami diwajibkan menyerahkan deposit sebesar Rp 100.000,- (uang deposit dikembalikan ketika check out)
  • Free Breakfast

Hostel rasa hotel ini cukup terkenal dan banyak turis yang bermalam disini. Mungkin karena suasananya yang nyaman dan ada di pusat kota. Total biaya yang kami keluarkan disini sebesar Rp 284.000,-

 

Konsumsi

Dua menu yang kami incar selama di Jogja adalah Tengkleng Hohah dan Angkringan! Untuk urusan makan, kami lebih fleksibel ya, jadi tidak ada patokan harus makan berapa kali, asal lapar ya cari makan daripada pingsan. Untuk sarapan dapat diperoleh gratis di hotel.

  • Di hari pertama sebelum menuju Candi Ijo, kami menikmati makan siang di Tengkleng Hohah (ig @tengklenghohah) (searah dengan lokasi Candi Ijo) yang beralamat di Jalan Wonosari KM 7, Seberang Pom Bensin Mantup (buka mulai jam 10 pagi – 9 malam). Menu makan yang disajikan disini serba kambing dan kebetulan aku adalah penikmat balungan sejati maka aku memilih menu makan Tengkleng Hohah Pedas dan Sate Klatak plus Es Jeruk untuk dua orang dengan total sebesar Rp 70.000,- (maps: https://www.google.co.id/maps/dir/”/tengkleng+hohah/@-7.8209613,110.3513336,12z/data=!3m1!4b1!4m8!4m7!1m0!1m5!1m1!1s0x2e7a5733c8ad6983:0x4d86ba7a54ff5793!2m2!1d110.4213742!2d-7.8209671
  • Hari pertama malam hari, kami menuju angkringan joss pak agus dan memilih menu sepuasnya, pengeluaran selama makan di angkringan ini sebesar Rp 30.000,- untuk dua orang.
  • Hari kedua, selesai berfoto di Kalibiru kami mampir di warung tenda sepanjang tempat wisata, untuk mengganjal perut yang lapar dan kehabisan tenaga setelah tracking, aku memesan pop mie ukuran kecil, dan kami bisa menghabiskan 5 gorengan plus 2 botol air mineral. Jangan khawatir soal makan di sini, harganya masih NORMAL alias MURAH! Maka biaya jajan di Kalibiru sebesar Rp 15.000,-
  • Melanjutkan perjalanan ke Borobudur dan berkeliling candi, kami mampir ke salah satu warung di jalur keluar candi. Awalnya karena ngidam es kelapa muda. Kami memesan 1 batok es kelapa muda seharga Rp 15.000,- dan 1 porsi gudeng dengan lauk ayam kampung dengan harga Rp 18.500,-
  • Selesai dari Borobudur, kami langsung menuju stasiun lempuyangan untuk menunggu keberangkatan kereta pukul 18.00. Sore menjelang malam disana, kami makan paket ayam goreng seharga Rp 31.000,- untuk dua orang.

Maka pengeluaran untuk konsumsi selama  2 hari sebesar Rp 179.500,-

Belanja

Nah untuk keperluan belanja ini sebisa mungkin ditiadakan untuk travel backpacker yang suka laper mata lihat oleh-oleh.  Dengan sekuat tenaga tidak memegang dompet saat di pusat oleh-oleh, akhirnya tergoda juga membeli bakpia 5 kotak dan jajanan khas jogja dengan pengeluaran sebesar Rp 188.000,-. Dan di sepanjang jalan  malioboro aku membeli 4 buah sandal yang ramai dijajakan di trotoar seharga Rp 50.000,-. Pengeluaran kami selama belanja sebesar Rp 238.000,-

Ibadah

Untuk urusan ibadah, jangan khawatir! Di setiap lokasi wisata selalu ada masjid/ mushola yang bisa dimanfaatkan untuk sholat. Anyway, selama di Jogja alhamdulillah ibadah kami terjaga karena banyak tempat ibadah di setiap lokasi yang dikunjungi. Tips: Jangan lupa bawa mukena dan sajadah kecil selama liburan.

 

Yuk kita hitung berapa total pengeluaran liburan untuk 2 orang di Jogja kali ini?

Transportasi – aktivitas – tiket wisata    : Rp 419.000,-

Penginapan                                                   : Rp 184.000,- (deposit tidak dihitung)

Konsumsi                                                      : Rp 179.500,-

Belanja                                                          : Rp 238.000,-

Total                                                               : Rp 1.020.500,-

Nah, dari review di atas, jadi kami berhasil liburan pelit hemat 2 hari 1 Malam di Jogja dengan biaya masing-masing orang Rp 510,250,- hahaha.

If I can, so you can! Lets Travel!! Dan, tunggu review liburan Jogja versi Private Trip selanjutnya!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s