Pura-Pura (delete soon)

Melengkapi yang hilang adalah keterasingan lain. Setelah kebahagiaan yang harusnya menemukan semangat baru, kini hanya tinggal abu yang siap ditiup angin.

Akan kubayangkan diriku sebagai yang terakhir menemukanmu. Membatin. Apakah dua-tiga-empat-lima jam cukup untuk mencegahku jadi korban keterasingan.

Hari ini aku menulis banyak. Kadang semangat terisi penuh, bahagia berlebihan, lalu menjadi acuh, dan sering kali menjadi orang paling lemah untuk menghadapi ini.

Bolehkah aku memilih pulang? Memulangkan hati yang kemudian menjadi beban. Memulangkan perasaan. Hingga berhasil menghirup kehidupan yang biasa-biasa saja. Dan menjalani hidup seperti kebanyakan orang lainnya. Tak perlu pura-pura dan bangga atas kehebatan pura-pura itu.

Ah, semua memang hanya pura-pura.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s