Mengharumkan

Jadi aku baru pulang dari ‘rumah’ yang sering disebut mimpi. Sambil mengusap-usap mata yang baru saja bangun tidur mencoba memfokuskan pada apa yang sedang di depan mata. Berpikir… sungguh ada perasaan campur aduk yang berjejelan.

Melihat tumpukan kertas yang menjejali ruang kamar.

Gagal. Sepenuhnya gagal.

Melihat foto-foto dan nama yang tertata sedemikian rupa di dinding kamar. Bergumam, “harusnya aku bisa seperti itu, mereka! Bagaimana bisa melupakan mutiara yang harus dipoles. Sisa waktu untuk apa?”

Jangan asik dengan duniamu sendiri. Harusnya kamu bisa. Mengagumkan. Seperti mereka. Hanya butuh sedikit dipaksa, ngeyel, melompati keterbatasan, dan konsisten. Namanya daya gugah! Tapi satu yang kamu lupa: ojo lali kesehatanmu! kata mereka.

Tapi… kamu sedang di jalan hidup yang mana? Sadar?

Mereka melihat lho… Apa yang sedang aku lakukan? Bagaimana prosesnya? Masih menolak bahwa ada masalah yang membuatmu beralasan kesana kemari? Apa terlalu berat untuk mengambil tanggung jawab diri sendiri? Menyalahkan kondisi dan mencari alasan?

Sekali lagi. Seluruh perasaan berjejalan di ronga dada.

Dengan ini aku harus jatuh -lagi. Dan menata tumpukan bata mulai dari tanah, dan ketemu lagi dengan namanya puncak kehidupan. Ketemu orang-orang keren lagi di bidangnya. Membuat mawar bermekaran di sana-sini. Ada yang akan kupegang lebih erat untuk kedua kalinya: kamu dan mimpiku. Lebih kuat. Karena ada yang harus takluk di hadapanku. Karena aku tak akan terpuruk di depanmu untuk kesekian kalinya.

Mengharumkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s