Pintamu

blog-post

Sekalimat permintaanmu itu membisik lembut di telinga kanan, mempersilahkanku mendekat memelukmu penuh erat. Sekian lama kita sepakat untuk tak menyepakati apa-apa selain: jangan pernah pergi. Kenyataannya aku tidak pernah cukup pandai untuk meninggalkanmu, kataku…

Waktu berlalu dan kita tak perlu bait yang berkelit-kelit untuk menyatakan cinta sedikit demi sedikit. Aku hanya perlu hebat membaca inginmu di antara malam-malam pekat. Sejauh ini akulah yang paling hebat setelah Tuhan ketika kau ingin membuka pintu cinta paling lembut…

Tak bosan kuhitung jumlah langkah kaki menujumu, rebah disebelah kanan, menyelinap di antara denyut nafas dan mimpimu. Aku tersenyum lugu, membayangkan esok yang malu-malu berhadapan denganmu. Lalu duduk tergugu menunggu senyummu sambil berlalu melayangkan kecup untukmu. Di keningmu membisikkan aku menyayangimu, Ami…
.
.
.
Malang, 9 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s