Kesepian Mekar Di sini

Kau pergi sekali lagi. Membawaku pada tangis tak henti. Mataku lelah menyaksikan kesepian mekar di sini -di kelopak hati. Tiba-tiba kupikirkan satu kalimat Sapardi berbunyi: “Gelisah tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu. Entah kapan kau bisa kutangkap”. Baiknya itu kujawab dengan pertanyaan: “Siapa yang ingin diperebutkan dan disanjung tinggi-tinggi?”. Sadari bahwa kita hanya dua jiwa yang saling menemui, lalu mengerti bagaimana cara menghangatkan diri. Pergi dan kembali sudah pasti terjadi menandai sisa-sisa cinta. Tapi benih matamu membuat semua inginku pergi jadi tertunda. Menyeret jari tanganku untuk berpuisi lagi.

Malang, 11 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s