Dear Mami #19 Memilih

“Apakah salah jika cinta yang pernah kupilih tak akan pernah sama lagi?” -a random thought

Aku tertawa sepanjang siang tadi setelah menuntaskan menonton film yang sudah seminggu lalu kita agendakan. Tawa lepas itu mewakili seluruh adegan yang diperankan oleh pemain di film bergenre komedi itu. Pun rasanya setiap inci kesedihan dan rasa sakit yang sedang aku alami terbayar seketika. Lagi-lagi, semua itu terjadi saat aku disampingmu.

Setelah hampir satu bulan setengah perhatian, tenaga dan waktu tersita karena kesibukan praktik kuliah, kali ini aku senang bisa leluasa membayar kerinduan bersamamu. Entah mengapa, sekali lagi dalam kurun waktu yang lama aku menyadari betapa indah ada di sampingmu. Sangat indah, berbicara di depanmu, menyampaikan keinginanku yang mewakili ketakutan dan harapan untuk tidak lagi kehilanganmu.

Aku senang pernah memilihmu dan kamu masih mengingatku. Aku pernah takjub dengan kebaikan Allah yang pernah menyesatkanku menujumu. Di tempat yang kamu sebut hati itu aku lama tinggal dan menempelkan kesan terbaikku untukmu. Aku digugah oleh semangatmu untuk selalu dengan mudah mendengar cerita dan pikiranku yang berkelana kemana-mana. Setiap keinginan dan ketakutan yang aku simpan dalam-dalam terasa tenang jika aku ceritakan padamu. Barangkali sampai kapanpun aku tidak akan pernah berharap untuk menemukan jejak pulang dan pergi.
***

Di kursi bioskop ini, aku sibuk mengurutkan hal-hal apa saja yang pernah kutemukan dari hidupmu –hatimu. Sambil memegang tanganmu, memandang sekeliling, mengamati gerak tangan dan mimik wajahmu, sesekali menilai dan terus mencari tahu mengapa waktu terus berubah dan kita masih saja sibuk menerka-terka keinginan satu sama lain. Untuk urusan ini, aku berhenti memikirkan pilihan terburuk dari sebuah pertemuan yang ditakdirkan. Perasaan selalu punya toleransi pada batas-batas keyakinan yang kami percayai tapi aku melakukan semua itu sekali lagi: membuktikan konsistensi sebuah pilihan.

Sekali lagi, apakah salah jika cinta yang pernah kupilih tak akan pernah sama lagi? Entah, tapi aku terima saja untuk tetap menjagamu seperti yang pernah kujanjikan dulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s