Misi Pribadi

Apakah mudah untuk menyelesaikan banyak hal? Baiklah, saya akan mulai menuliskan hal-hal sederhana yang bisa membuat satu per satu hal akan lebih baik dilakukan. Sebut saja ini misi pribadi. Berkali-kali saya sudah menulis tentang ini dalam berbagai sudut pandang, baik dalam bentuk cerita maupun hanya sebagai catatan yang tertulis di buku. Sejauh mana ‘misi pribadi’ itu terlaksana? Sejauh keteguhan niat kita untuk melakukannya. Lalu apa yang ingin saya lakukan sekarang? Menulis ulang sebuah misi pribadi dalam sebuah narasi sederhana, yang ketika siapa saja ingin membaca, dia akan mudah memahaminya, begitupun saya.

Baiklah ini tentang apa? Tentang sebuah pengakuan dan tanggung jawab dari tulisan saya 8 bulan yang lalu di sebuah kertas yang saya tempel di dinding ruangan belajar. Apa isinya? Isinya adalah sebuah usaha untuk menyeimbangkan antara kuliah, karier, dan keluarga dengan sebaik-baiknya karena ketiganya penting bagi saya.

Waktu saya sangat berarti. Diri saya akan menjadi tempat paling nyaman untuk menemukan kebahagiaan bersama keluarga, teman, dan orang-orang yang ingin berteman. Mereka akan menemukan kenyamanan, kedamaian, dan kebahagiaan serta pelajaran baru. Selain itu, saya akan tetap berusaha menciptakan lingkungan tempat tinggal saya, diri saya, dan lingkungan sosial saya tetap bersih dan teratur, karena dengan dua hal itu semoga banyak orang betah untuk berteman dengan saya. Saya akan menjadi lebih bijaksana untuk memilih apa saja yang akan saya tonton, baca, makan, lihat, dan lakukan. Saya ingin menyelesaikan kuliah saya dengan tepat waktu tanpa menghalangi keinginan-keinginan pencapaian karier yang lain. Saya akan belajar untuk mengasihi, belajar lebih banyak, menyediakan waktu lebih lama untuk duduk bersama sambil berdiskusi, tertawa lebih banyak, tersenyum lebih sering, serta meluangkan waktu mengembangkan bakat-bakat yang lainnya.

Saya akan menjadi seorang yang menghargai sebuah hak dan kebebasan, tanggung jawab dan memiliki wawasan yang luas tentang banyak hal untuk memastikan bahwa saya berguna dan pantas didengar.

Saya akan menjadi seorang pelopor, yang mengawali sesuatu, yang selalu punya inisiatif dan gagasan untuk mencapai tujuan hidup saya. Saya akan menyikapi segalanya sebagai peluang dan pelajaran, bukan dipengaruhi olehnya untuk mengecilkan hati saya.

Saya ingin berusaha  lebih giat untuk membebaskan diri dari kebiasaan yang mengakibatkan kecanduan dan merusak. Saya akan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan mendukung saya mencapai keinginan saya dan membahagiakan keluarga saya. Saya akan lebih produktif untuk mengembangkan kemampuan saya dan pilihan saya.

Dari waktu ke waktu saya akan belajar untuk lebih mandiri dari segi kepribadian dan finansial. KEINGINAN SAYA AKAN DITENTUKAN OLEH KEBUTUHAN DAN TUJUAN SAYA. Saya akan berusaha menjaga agar hidup saya bebas dari utang konsumsi, jajan yang tidak perlu, selain itu saya akan lebih rutin menabung.

Selain itu saya akan menggunakan uang, waktu, bakat, dan tenaga yang saya miliki untuk membuat hidup lebih menyenangkan bagi diri saya sendiri dan orang lain melalui berbagai hal yaitu melayani dengan kebaikan dan beramal.

Oke. Pertama-tama adalah sukses di rumah, di kehidupan pribadi saya. Kemudian mencari, menemukan, dan ditemukan oleh Allah. Kedua adalah kejujuran yang nyata, tidak ada kompromi. Ketiga adalah melihat siapa saja yang terlibat dan mau berbuat nyata. Keempat adalah menyediakan waktu lebih banyak untuk belajar sekaligus menargetkan satu kemampuan baru untuk dikembangkan setiap tahunnya. Kelima adalah menjadi pribadi yang punya sikap tulus tapi tegas. Keenam, tampaknya akan lebih menantang jika saya bisa mempersiapkan hari ini untuk pekerjaan esok hari. Ketujuh, berkomitmen untuk melakukan sesuatu selama menunggu, sekalipun itu hanya membaca artikel. Kedelapan, mempertahankan selera humor dan selalu bersikap positif, serta menjaga perasaan orang lain. Kesembilan adalah menjaga ketertiban dan waktu dalam pekerjaan. Kesepuluh adalah fokus pada apa yang sedang dikerjakan tanpa mengkhawatirkan pekerjaan lain yang akan datang. Kesebelas adalah tidak pernah takut berbuat salah tapi lebih takut jika tidak bisa produktif, konstruktif, kreatif, kritis, dan korektif atas berbagai kesalahan itu. Keduabelas, tidak pernah lupa untuk meminta nasihat orang lain. Ketigabelas, tepat waktu adalah karakter saya, sebisa dan pasti bisa saya akan tepat waktu menjalani kegiatan-kegiatan saya. Keempatbelas, saya akan hidup untuk potensi tak terbatas bukan masalah dan masa lalu yang membatasi.

Dengan semua hal yang tertulis di atas, saya akan lebih percaya dan memahami peran saya sebagai siapa dan ingin dilihat orang sebagai apa. Hal itu berarti saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan, imajinasi saya, keinginan saya, konsekuensi, dan naskah hidup saya yang sedang saya tulis. Sehingga saya bisa menemukan paradigma baru dan karakter yang menjadi sumber perilaku dan sikap saya sesuai dengan nilai-nilai yang saya pegang dan selaras dengan prinsip-prinsip yang saya yakini benar. Tindakan saya harus berintegritas. Saya harus bereaksi terhadap emosi dan keadaan bukan justru dikalahkan keadaan.

Malang, 3 September 2016 –Terinspirasi dari “The 7 Habit for Highly Effective People” untuk menuliskan sebuah misi pribadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s