Subuh

Ada yang menyembuhkan memar hatimu dengan lirih tilawah pagi, seperti yang pernah ust. Salim A. Fillah katakan. Aku sedang terus menggali kenangan subuh lebih dalam yang berulang kali bisa memenangkan kerinduan.

Membayar kerinduan pada subuh rasanya begitu mahal dan tak satupun manusia bisa membelinya. Semahal apa? Semahal menggantikan semua kebaikan hati orang-orang yang pernah ada di dalamnya.

Waktu itu dan sampai sekarang, tak ada yang melarangmu lari lebih pagi dari subuh jika ujung pelarian adalah kelegaan. Pun juga tak ada yang melarangmu tertawa lebih pagi daripada subuh jika itu mampu memberimu cinta.

Barangkali kau hanya harus pergi, sejauh mungkin lalu kembali, semampu yang bisa kau janjikan. Semoga Allah mengijinkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s