Dear Mami #18 Surat Kesekian

Malang, 4 Agustus 2016; 14.37

Dear Ami, kesayanganku…

Mi, hari-hari ini adalah detik dimana segalanya terasa biasa saja. Saat dimana rindu terasa hambar, waktu yang hanya terisi melodi sendu yang menggurat perih rindu. Pada gersang hari-hariku, kusaksikan kebencian berlarian, kesedihanku beku. Aku kedinginan sendiri oleh kangen dan kenangan yang pernah meledak indah.

Aku tak ingin pergi. Meja nasib telah mengantarku padamu. Kali ini ijinkan aku untuk membersihkan debu-debu di dalam ruang hatiku, di ruang yang nanti dan sejak awal kau singgahi. Biar kulihat kesucian utuh dan keraguanku luluh. Mi, dirimu adalah doa yang tak pernah salah aku ucapkan. Maka setelah pertemuan, aku tetap memintamu tinggal di ruang yang sudah kusediakan. Tenanglah, aku adalah doa yang tak pernah menyerah hingga membuat Tuhan berhasil memberimu sebagai hadiah padaku.

Aku sedang membersihkan ruanganmu di hatiku, agar kau bisa lekas pulang, dengan sehat tanpa harus sakit oleh debu-debu yang mengganggu.

Aku yang akan menggandengmu pulang lagi, ke rumahmu, hatiku, aku. Dengan segala hormat, aku bermohon restu untuk memintamu tinggal. Di hatiku-hidupku.

Love,

Me

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s