Dear Mami #17 Bagaimana Jika Aku Tak Menulis?

Bagaimana jika seandainya aku tak bisa menulis lagi? Apa aku masih bisa menyaksikan senyummu seperti yang biasa kau lakukan saat membaca puisiku?

Bagaimana jika seandainya aku tak bisa menulis lagi? Dimana lagi aku bisa menemukan tangis haru campur bahagia menggenang di kelopak matamu?

Bagaimana jika seandainya aku tak bisa menulis lagi? Kapan aku bisa menggandengmu berdua saja pergi ke tempat yang belum pernah kau singgahi untuk sekedar memberi surat-surat yang aku tulis?

Bagaimana jika seandainya aku tak bisa menulis lagi? Masihkah berlaku pelukanmu yang menenangkan setelah badanku terguncang oleh tangis sesenggukan saat mampuku hanya menuliskan surat karena tak sanggup menyampaikan kesedihan?

Dan bagaimana jika seandainya aku benar-benar tak bisa menulis lagi? Kekuatan macam apa yang bisa kugunakan untuk mengatakan rasa sayangku padamu, Mi? atau Kesedihan macam apa yang akan aku simpan diam-diam karena aku tak punya lagi cara untuk menyampaikan?

Mi, adakah di antara sisa waktu yang kau miliki untuk berpikir “bagaimana jika aku, anakmu, tak lagi bisa menulis?”, Bagaimana perasaanmu?

Bisakah kali ini kau baca ini dengan rasa cemas sekaligus syukur?. Cemas karena mendapati pikiranmu menemukan jawaban dengan kemungkinan terburuk tapi sekaligus juga bersyukur bahwa ternyata sampai detik ini aku masih tetap menulis. Tentunya salah satu alasannya adalah karenamu. Meski sampai detik ini kau tahu aku belum sampai memberanikan diri untuk menyerahkan naskah ke penerbit -lagi. Untungnya, sampai detik ini aku masih berkomitmen terhadap pilihanku untuk terus menulis walau ada hati yang rela teriris menyaksikan gerakku hanya ini-itu saja. Aku selalu berdoa semoga diberikan kesempatan untuk terus di sampingmu, melakukan hal yang sama, menemukan gairah dan semangat yang kita tahu tujuannya: Menulis. Menumpuk sejuta kenangan dengan kata, membangun peradaban dengan cinta.

ps. Ditulis karena ngiri sama Mami yang lebih sering nulis dan nerbitin buku walaupun karena kepepet. Really make me envy!

Malang, 8 Agustus 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s