Membalas Puisimu

Berkali-kali sudah kudapati bahwa rasa begitu menikamku

Memendam ini sangat menyakitkan untukku

Melihatmu, aku mampu tersenyum

disaat bersamaan aku mampu untuk terbaring, hening, diam

Luka ini begitu dalam hingga pasirpun tak dapat berkata apapun

hingga tangan tak mampu bergerak

lupa aku apa itu artinya cinta

(dibaca oleh Reza Rahardian dalam Ketika Tuhan Jatuh Cinta)

—Maka ini adalah balasan puisiku…

 

Kubilang cinta memang tak salah

Takut hanyalah kecemasan tak beralasan

Disini, rasa itu menyakiti

Tapi bagaimanapun ruang tunggu hati

Harus segera berganti penghuni

Teringat puisi-puisimu lari kesana kemari,

di hati, di kamar, di jalanan

di keping-keping harapan yang masih tersisa

Dan lari, kau tahu soal lari?

Lari adalah kata kerja untuk pergi

hingga membuatmu tak punya arti lagi

Dan aku, belum bisa memilih takdir seperti apa yang harus dijalani

Pilihanku hanya menenangkan rindu yang menggebu

Mengalahkan segala hal yang aku takutkan

Meninggalkanmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s