Merindu Pagimu

Pagi tanpamu adalah kegelisahan yang tak pernah usai. Tapi akhirnya semua akan tiba pada waktunya, saat yang paling takut aku hadapi, datang juga. Waktu itu namamu mungkin ada di barisan ingatanku. Berusaha menangkap perhatianku lebih lama. Subuh terasa bermakna waktu itu, kita khidmat menolak dingin agar terbiasa mengolahragakan diri.

Kadang kita memang tak butuh jadwal. Hanya ingin melakukan, dan saat-saat itu begitu kita nikmati. Dan lari adalah sebentuk pengertian untuk melepaskan segala gundah. Pagi itu, kau dan aku tegak berlari melihat jalan di depan terlalu dalam sampai lupa kemana harus pulang.

Kini saat semua cintaku masih sama, aku berdiri sendiri melihat jalanan yang menjadi suram sambil meresapi belaian angin yang kemudian terasa semakin dingin. Duduk di tepian jalan, menyaksikan kedipan lampu jalan yang mulai sepi. Kota kita berdua yang kini tetap berbicara tanpa kata kita.

Dan haripun akan tetap selalu berawal pagi membawa semua kenangan bersamamu meski tanpamu.

 

Malang, 20 Juli 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s