Title: Dear Mami #12 Salam Sayangku di Hari Ultahmu

Selamat menua dengan penuh bahagia, Mi. Doaku meliputi setiap kehendakmu yang kau ingini.

Mi, mungkin orang-orang akan terus bertanya soal siapa aku, lalu apa aku akan meninggalkanmu, atau bahkan pertanyaan yang mengandung keraguan tentang berapa lama aku akan bertahan untukmu? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu menjadi semacam perasaan takut sepi dan ditinggalkan. Mungkin pula itu menjadi bagian terburuk dari mimpi yang tak kau kehendaki.

Dari banyak hal yang sudah aku lakukan, ada sedikit yang bisa aku tahu sejauh ini, bahwa kita juga harus berbagi bahagia pada apa saja yang ada di sekitar kita. Termasuk malam itu, setahun setelah aku malu-malu menyanyikan happy birthday dan mengucapkan doa-doa agar kau dengar, kali ini aku melakukannya. Dengan berani, tanpa malu-malu, tak ada basa basi. Aku terdiam mencoba merasakan apa yang sedang aku dulu perjuangkan. Menapaki jalan bersama, aku memperjuangkanmu, membersamaimu dalam ketidakberdayaan kita soal takdir.

Tengah malam kemarin, 24 Mei. Sepotong kue aku letakkan di depan kamarmu. Perlahan tapi pasti, aku mengusahakan semua yang bisa kau kenang. Tentang aku yang selalu menciptakan kebahagiaan untukmu. Tentang kau yang selalu menjadi tuan putri di hidupku. Mungkin kau menganggap semua yang terjadi pada kita tidak cukup adil dan belum cukup membahagiakan. Tapi, aku ingin di usiamu saat ini, ada satu hal yang kau syukuri: soal takdir yang berbelok di titik yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

 

Malang, 3 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s