Aku yang Lari

Dan aku hanya butuh lari. Bergerak sebebas-bebasnya ke kanan maupun ke kiri, dalam jangkauan yang tidak lagi terdefinisi. Kemudian saat nanti ganti hari, akan kuulangi lagi satu hal yang sama: lari.

Setelah jatuh maka lari adalah ruang untuk tumbuh, melepaskan kemelekatan yang ada yaitu keluh dan segala peluh juga tangis yang beberapa kali menghampiri. Tangan-tangan Tuhan akan bekerja dengan caranya sendiri, membuka mata kita satu per satu. Kita lihat kemudian sepanjang jalan ketika lari, butiran-butiran hikmah melingkupi taman hati. Menjadikan segala yang layu mekar kembali.

Saat kutulis ini, damaiku telah merayapi kalbu, menyinari lagi hati yang sempat dikoyak sepi dan sendiri. Sebagai manusia yang punya hati, masa depan, pun kekuatan yang tak tertandingi di balik lemahmu tak seharusnya melupakan cinta yang nyata dari Tuhan dan orang yang dikenal. Aku ini, hidup di antara orang-orang yang penuh cinta bahkan sebagian mendamba untuk dicinta. Tapi di hidupku tak ada kata mengemis cinta, meminta, atau apapun bentuk penghambaan yang bisa di definisikan, semua hadir tanpa disangka sebab segalanya telah terencana sempurna dalam genggaman tangan Tuhan

Tak perlu ditanya lagi apa, siapa, dan bagaimana semua yang akan terjadi nanti. Semua hanya perlu kita tahu: satu-satunya yang tersisa adalah diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s