Dear Mami #5 Apa Aku Layak Berjuang?

Sudah beberapa hari ini ya mi aku tidak menuliskan sesuatu untukmu? Meskipun aku juga tidak tahu akan sampai kapan menuliskan serial ini, waktu yang mengantarku menelusuri kedalaman hatimu dan selalu ingin kukenang. Kata Raditya Dika, “Dan apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?” selain menuliskannya dan membekukan waktu di selembar foto rasanya tak ada lagi pilihan yang lain. Beruntungnya, kedua hal itu adalah sesuatu yang sangat aku kagumi untuk dilakukan, meskipun dengan cara yang sangat sederhana.

Aku tak tahu Mi, kenapa bisa seberjuang ini dihadapanmu. Tapi sepertinya kata itu terlalu suci untuk kuucapkan sebagai pengakuan di depanmu atas apa yang sudah pernah aku lakukan untukmu. Tidakkah itu berlebihan menurutmu, Mi? Seharusnya aku paham bahwa kata itu belum pantas bagiku selama menghadapi tantangan klasik soal hidup yang dirasakan setiap orang. Aku tidak tahu.

Yang jelas ingin kutanyakan adalah, apakah aku sudah terlalu banyak menyakitimu? Jika itu bisa dijadikan ukuran tentang perjuanganku untukmu, aku gagal sepertinya, bahkan di saat pertama aku menyebutkan pertanyaan itu, aku sudah tahu jawabannya. Mengapa? Sebab seringkali aku menemukanmu bersimpuh sedih karena ulahku, selain itu aku tak pandai memahamimu bahkan untuk sekedar mengartikan cemasmu sebagai bentuk sayang yang bagiku berlebihan itu.

Tapi aku tak ingin membentuk bahagia-bahagia palsu di depanmu? Aku tak ingin kau pandang sederhana, Mi. Bukan aku namanya jika tak sanggup mengembangkan lagi senyummu  yang tersembunyi malu-malu dan matamu yang merah karena marah karenaku. Aku ingin Mi tahu bahwa akulah orang yang akan selalu menyadari bahwa dirimu adalah hal terbaik yang pernah terjadi di kehidupanku, yang memelukku untuk menjadi diriku sendiri dan mendorongku untuk selalu menjadi yang lebih baik pun lebih peduli. Dan aku bahagia, Mi bisa melihat keanehanku sebagai sesuatu luar biasa yang belum pernah ditemui.

Meskipun selalu berakhir dengan pertanyaan “Apa aku layak mengenalmu?”, aku tak pernah sanggup berjarak darimu, Mi.

Your Love,

Me

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s