Dear Mami #3 Masa Kini dan Cinta yang Kutemukan pada Dirimu

Rintik kecil hujan di luar sana mengurungku untuk tidak keluar rumah. Sejak pagi ia menyisakan genangan di tepian jalan. Membuat siapa saja harus berhati-hati dan melambatkan jalannya. Pagi tanpa matahari dengan segelas teh panas di tangan kananku menambah suasana sendu pagi ini. Ini sabtu kesekianmu yang menjadi agenda lembur menyelesaikan tugas kantor. Ini pagi kesekianku dengan secangkir teh panas buatanmu. Dan selalu ada aku yang senantiasa menjalani waktu bersamamu kemanapun hari ini.

Melalui pintu kamar yang terbuka, aku rasanya ingin berbaring lemah saja di atas tempat tidur karena sepertinya suasana memang mendukung. Komposisi pagi-hujan- dan dingin lebih menggoda untuk istirahat daripada beraktifitas di luar rumah. Tampaknya ‘mi juga demikian, enggan melangkahkan kaki ke kamar mandi, merapikan diri, dan berangkat ke kantor. Aku curiga, hujan akan menggagalkan agenda seharian nanti dan memanjakan kami bermalas-malasan di rumah.

“Badanku nggak enak, pengen muntah mi…” kataku benar-benar. Biar lebih meyakinkan, kutambahkan,

“Aku mau tiduran aja di rumah, udah pusing aja kepalanya.”

Seperti biasanya saat aku seperti ini, ‘mi menatapku khawatir. Seolah tak ada satupun dari diriku yang boleh diremehkan, sedikitpun. Apalagi ini menyangkut kesehatan, tak pernah ada cerita ‘mi membiarkanku mengatakan baik-baik saja bahkan jika bisa, ‘mi selalu di sampingku memastikan aku akan benar-benar baik-baik saja.

Bagiku, tidak ada yang lebih diharapkan selain kehadiran dua pasang matamu yang menyeduh sedih untukku. Saat aku butuh lebih dari sekedar sandaran, ‘mi menawarkan pelukan. Aku yang hanya diam menahan lemas, mencoba meramu kata seperti gombalan yang sering aku utarakan, tak bisa meski aku selalu mencoba. Batinmu aku ternyata bisa sakit juga.

“Aku itu kasihan lihat kamu sakit,” sambil mengusap kepalaku, “tapi kalo nggak begini, kamu bakal main terus, kelayapan terus nggak tau waktu.” Protesmu.

Aku menatapmu sayu, kehabisan tenaga sekedar untuk membela diri, “iya iya… boleh minum es?” godaku meski terbata

“Teruuus aja terus minum es, makan sembarangan, udah nggak usah bandel deh. Istirahaaat!”

“Mmm…” gumamku sambil cekikikan

Protesmu selalu sama mi… dari waktu ke waktu, dan ketika kurasakan itu adalah energi, aku tak sanggup melepas genggamanmu yang kupikir tak akan pernah lari. Semoga. Dan aku bisa apa jika sudah dihadapkan oleh hati paling mesra milikmu, senyum paling manismu untukku? Aku bisa apa selain mengikuti jalanmu ingin merubahku menjadi seperti cermin diriku yang ‘mi inginkan. Aku yang mati kutu diam saja menahan air mata yang semakin mendesak keluar melihatmu menenangkanku. Kepadaku, pandaimu tak tertandingi untuk memahamiku, punya segala cara untuk menenangkankku tapi bahkan mungkin hanya aku yang terlalu egois untuk memahami kesengajaan Tuhan ini. Tak ada yang tahu betapa kisah kita selalu kubingkai dalam ribuan syukur tanpa perlu kupertanyakan padaNya. Kita selalu percaya bahwa takdir pasti ada entah itu tawa yang melepas luka atau bahagia yang tiba-tiba terjadi di atas segala.

Masa kini, pertemuan kita adalah tentang mengantarmu di setiap perjalanan selain juga menemaniku menggapai impian. Dulu pernah sekali aku memaksamu berjanji tapi sepertinya itu berlebihan meski Tuhan selalu membuka jalan bahwa akulah orang yang beruntung untuk ditemukan dan menemukanmu. Aku tak pernah ingin pergi dan ‘mi tetap berharap aku tinggal disini  tanpa perlu berlari.

Seterusnya setelah pertemuan kita itu, aku tak lagi ingin  bertanya banyak hal untuk meyakinkan diriku sendiri tentang kasihmu, ‘mi… Aku hanya butuh melihatmu, dua tatapan matamu, yang menumpuk cerita cinta penuh kasih yang luar biasa.

Jadi selama ini, aku yang menemukan cinta pada dirimu? Atau sebaliknya, mi?

 

Kediri, 26 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s