Suatu Malam Aku Bercakap dengan Aku

 

 

 

20160223_173655

 

Barangkali aku memang tak seberjuang dulu, tapi kaki dan tanganmu selalu ada disampingku mengajakku berjalan, pundakmu selalu menyediakan rengkuh paling hangat. Hei, kamu kah anak kecil yang dulu menangis di balik jendela memegang boneka? Sungguh, kali ini kamu harus sadar, tak ada yang lebih sanggup menguat-kuatkan hidupmu selain dirimu. Maka jangan tanyakan lagi mengapa Tuhan sediakan sekat ketika kita pernah begitu dekat dan berbahagia menikmati masa lalu. Itu hanya caraNya membuatmu kembali berpihak pada perasaanNya.

Kini ketahuilah, semua lilin itu akan padam satu per satu. Seperti usia yang tak selamanya sempurna, disana sini masih bercecer salah dan dosa. Tapi di pergantian itu, kulihat jeda untuk melihat usia yang jelas berkurang, melihat diriku sendiri di situ, lalu pergi. Jadilah bijaksana seiring kedewasaan yang bertambah.

Selamat ulang tahun, Aku.

Malang, 18 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s