Dear Mami #2: Tanggung Jawab Waktu

Mulanya aku berpura-pura duduk di sebuah bangku di depan meja kerjamu dengan sikap seolah tak ingin melakukan apapun. Menyodorkan segelas jus jambu merah tanpa perlu menatapmu pun memintamu menerimanya atau tidak. Hanya duduk malas saja di situ untuk menghabiskan waktu.

Kulihat kanan-kiri, yang ada hanya tumpukan buku dan sekat yang tak terlalu tinggi untuk membatasi meja kerja antar rekan kerja. Adalah aku, yang senang bermalas-malas di kursi ini, yang bersedia melakukan upaya apapun untuk mengusir sepimu, kantukmu, bahkan rela menyuguhkan cerita tak masuk akal khayalan penulis abal-abal macam aku yang kadang romantis tapi lebih sering tersenyum miris karena rupanya ceritaku terlalu tak masuk akal untuk kita perbincangkan.

Sejauh yang dapat kukenang, aku sering mengeluarkan buku catatan bahkan satu dua novel yang aku bawa, kemudian gagal menghabiskan waktu membaca atau menulisku saat itu. Dua kombinasi buku catatan dan novel itu digagalkan hanya oleh sepasang matamu yang mendekat delapan centi di depan mataku. Seperti tak kuhiraukan pandanganmu tapi sekali lagi berhasil ditegaskan dengan pertanyaan,

“Ingin bicara dengan siapa? Mau mencari siapa, dik?”, tanyamu menggodaku diiringi senyum yang tak pernah kumiliki,

“Dik?” protesku, aku sudah lama tak ingin lagi dipanggil “dik”.

Aku mengeluarkan handphone dari saku tas, melihat-lihat foto yang ada di galeri. Aku terpaku. Begitu banyak foto yang menggambarkan kebersamaan kita, saat beralih ke folder lain, aku dengan mudah membaca lagi rekaman percakapan kita sepanjang waktu. Kurasa, aku tak akan kerepotan mengingat semua tentangmu, mi… Bahkan semua jadwal pentingmu sudah kuhapal di luar kepala. Aku memperhatikanmu biarpun waktu sudah berlalu.

Lalu, terdorong oleh naluri perempuanmu, yang tak akan senang melihat apapun berantakan, kamu merapikan ini-itu di meja kerja. Setelah itu, duduk dan bertanya lagi padaku.

“Mau pulang jam berapa?”

“Aku mau nungguin ‘mi sampe selesai.” Ucapku

“Yaudah ayo pulang…!” katamu sambil merapikan kertas-kertas

“Yaudah ayo, ditungguin juga, berdiri donk…!” sambil masih memperhatikan handphone aku memintamu siap lebih dulu

“Ya ini daritadi udah siap, kamu-nya yang males berdiri…” jutekmu waktu itu

“Iya… iya…”, sebenarnya masih enggan meninggalkan kursi ini, “kalau pake baju merah, cantik!” ucapku sambil berdiri semoga ‘mi menangkap satu-dua pujian dariku.

“ah iya makasih, dear…” ujarmu sambil tertawa renyah, seakan mengerti harus menanggapi pujianku dengan apa.

Sejurus kemudian kita berjalan, aku di belakangmu, dan tinggiku yang tak seberapa berhasil menjangkau pundakmu, di antara sepi yang merayapi ruang ini, kubisikkan suara pelan di samping telingamu, “Mi… love you…”, kulihatmu menengokku, mengucapkan kata yang sama. Bisa kulihat senyum teduhku di matamu tapi awan kemudian membelokkan arah mendungnya di antara kedua matamu. Ia merajai bahagia di matamu, titik air membasahi kelopakmu. Hatiku girang tak kepalang. Bukan karena bahagia melihatmu berair mata melainkan sepotong kalimat sederhana itu nyatanya mampu memecahkan sendunya sore ini. Aku ingin melompat dan bergabung dengan titik-titik air itu, hanya itu.

“Aku selalu memenangkanmu, bukan?”, kukatakan waktu itu, “bahwa akan selalu ada kejutan, aku pikir tak perlu repot membuatnya untukmu, mi… Aku sendiri selalu bisa menjadi paket lengkap segala rasa yang kau inginkan kan, mi?”

Aku berlari, membiarkan diriku seolah lupa dengan apa yang baru saja terjadi. Membuat pertanyaanku tak butuh jawaban apapun. Seperti impian diam-diamku selalu, membiarkan waktu yang bertanggung jawab atas perbuatanku meluluhkan hatimu.

 

Kediri, 25 Maret 2016

Your love: Me

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s