Bulan yang Lalu

Kepada bulan-bulan sebelum ini, aku sampaikan maaf. Perihal luka dan duka yang datang bersamaan. Sekaligus janji yang tak lekas kutepati untuk memperbaiki diri. Karena kadangkala sepi enggan kuusir pergi, tangis tak mau kutinggal sendiri, pun dihadapan duka aku bisa tak mampu berdiri. Juga hari-hari belakangan ini, duka membalikkan waktu tidurku dan menggeser setiap huruf kata-kataku. Mereka menembak kelopak mataku, membuat setiap ujungnya berderai tangis, melukai denyut rinduku, semua terasa berkelok, dan lebih menikung dari jalan pegunungan, menjadikan tangis sebagai muara hingga sajak-sajak tak lagi bersujud dalam jiwaku. Walau serba kelam, aku tak akan lagi bertengkar tentang siapa di antara aku dan sedih yang harus menyerah. Tetapi, kau dengarkah suara-suara mimpi yang siap berdiri lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s