Senandung Gerimis

Puisimu kerap menyebut namamu sebagai tokoh utama yang aku cipta. Menggali semua rahasia di balik diammu. Maka pernah berkali-kali aku kehabisan sudut terbaik untuk memandangmu sebab tak mau lemah oleh senyummu. Aku meresapimu bagai hujan yang meraba kaca jendela dengan gemetar. Memastikan setiap kataku mampu menjelaskan sendi-sendi hidupmu agar kenangan selalu berbisik. Kecupmu, membuatku selalu rebah dalam senyuman, tanpa mengingat kita pernah jatuh oleh derai tangis. Pandaiku hanya ini, melingkari hidupmu sebagai halaman-halaman baru bagi sajakku. Dirimu tak perlu buru-buru lari menjauh dariku sebab disana aku betul-betul mencipta kata yang luar biasa bernyawa, tegakah jika kamu pergi? Betapa aku hanya akan memberontak pada sepi yang tak kenal dirinya jika kamu pergi. Aku tak lagi terpasung, tak lagi terasing, tak ada lagi bising.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s