Nyali Terakhir

 

Aku hanya bisa ini, menyampaikan satu hingga dua bait kata yang kupunya. Menyerahkannya padamu untuk dibaca, sesekali menyembunyikan perasaan di balik maknanya. Meskipun tentang perasaan kadang selalu ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan.

Nyaliku hanya ini, berkabar dalam kalimat yang aku rangkai ketika menemukan kekaguman atasmu. Kata haruslah ada menghiasi kepala tanpa harus takut akan kehilangan, sebab hanya dengan ini aku bisa menyampaikan segala kerinduan.

Pernah aku tempuh semua perjalanan menuju hatimu tapi rasanya semua kini tak perlu. Aku hanya ingin menulis dan kamu membacanya, hal yang selalu kamu senangi , kan? Entah berapa banyak hal yang sudah kita lalui dan belum sempat aku tulis. Maafkan aku juga yang lebih sering lupa menulis semua hal yang belum sempat kita lakukan berdua. Jadi, kita nikmati saja semua cara yang pernah aku punya untuk pernah bisa saling menyapa. Setidaknya kini, kisah-kisah itu hadir membelai senyummu yang semoga tepat menemukan dimana harus berlabuh.

Dan kata adalah eksperimen sepanjang hidup yang tak akan pernah kuhentikan, sebab hanya dengan itu aku bisa menyembuhkan sedihmu, mengembangkan senyummu, atau menggenapi kenangan di pelupuk matamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s