Hari

Aku lupa menghitung hari yang pertama diciptakan Tuhan untuk memulai perkenalan ini. Sekecil apapun lupa itu, aku punya segala cara untuk mengenang nuansanya. Karena setiap kali aku memulai perbincangan denganmu, desir dan degub indah itu selalu meracuni ruang di dalam tubuhku, menikmatinya, menghayati, dan merasakan makna yang aku petik selembut ini. Sehingga aku tak pernah sedikitpun kehilanganmu, potretmu tak pernah lepas dari pelukan pikirku.

 

Pada suatu hari, aku tak punya alasan untuk pergi atau terpikir mengusirmu. Hari dan hidupku sudah terpasung untuk terus bertarung di belantara hatimu menerabas semak semak ilalang dari perkenalan tak berujung. “Aku” katamu, “adalah orang aneh yang membangun kenangan lengkap dengan segala jenis perasaan”, katamu begitu anggun setiap kali mengutarakan rindu yang tertimbun.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s