Pabrik Kata

Kamu masih berpikir, siapa yang akhirnya berhasil memengaruhi gaya tulisanmu. Sedang rongga-rongga udara di luar sana masih menyediakan pilihan untuk menakar-pangkukan gaya macam apa yang kamu sukai. Selama ini, harusnya masalah itu sudah tuntas. Selesai. Sebab selama itu, kamu melewati dan menjumpai jalan setapak yang di kanan kirinya ada bermacam ranting berisikan kisah layaknya payung bagi dongeng menuju “aku” bagi dirimu sendiri.

Hakmu hanya memandangi, membaca sebentar, duduk berdiam lama-lama sekedar memaknai rangkai diksi dari ranting-rantingnya, selebihnya kamu harus menelan cerita untuk berproduksi di pabrik kata agar terus mengepul. Berusaha kamu ingat-ingat lagi peristiwa hari ini lalu membayangkan untuk menuliskan dengan gaya yang sama. Mustahil. Gagal. Pikirmu sendiri. Kamu tidak akan bisa menirunya. Kamu tahu benar semua yang terlihat bagus selalu membuatmu berdecak kagum sampai kamu lupa terbangun dari pertarungan antara diri, logika, dan apa saja yang dituliskan orang lain. Sebagai gantinya, kamu memaksa sendiri dirimu bangun untuk tak lagi menancapkan pikiran seragam dari setiap ranting aksara yang terkumpul. Jika boleh aku usul, biarkan dirimu bebas menemukan ruang sendiri untuk menafsirkan cara berpikirmu.

Tak semuanya harus ditafsirkan seragam, bukan?

Advertisements

4 thoughts on “Pabrik Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s