Merekah

Pagi ini indah, dengan senyummu yang merekah. Embun yang kau bawa masih menggantung di pelupuk matamu, ingin saja aku usap dengan kelembutan jari tangan. Tapi apa daya, aku tak pernah kuasa melihatmu, bahkan menatap matamu saja aku seolah dimabuk haru. Semua yang kamu bawa adalah cinta, bongkah titipan Tuhan untuk membahasakan ketulusan. Siapa sangka itu membuat semua hal di sekeliling kita menjadi indah. Aku tidak perlu banyak hal untuk tersenyum karena semua ramuan untuk menggerakkan bibir membentuk lengkungan bahagia sudah tersaji dari dirimu. Aku bahkan hanya perlu dirimu, hadirmu dan sebait sapaan selamat pagi. Semua yang Tuhan hadirkan rasanya cukup membuat dadaku merekahkan syukur atas nama kecintaanku. Bahkan dua masa yang aku kagumi ada padamu: jingga di bahumu, malam di depanmu. Aku, hanya punya senyum terbaik yang akan terus aku latih. Karena hanya itu yang bisa aku berikan padamu, di depanmu, kapanpun.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s