Lompatan Berpikir

ali bin abi re

Beberapa hal memang harus diakui kebenarannya. Beberapa yang lain masih perlu ditelaah dan dipikirkan matang-matang. Banyak sekali kemungkinan yang akan orang lain katakan tentang dirimu perihal kedekatan, kebiasaan, dan hal-hal di lingkungan sekelilingmu. Sikap-sikap kita berhulu dari perasaan-perasaan yang ada di hati. Sikap-sikap itu menggambarkan bagaimana pikiranmu bekerja dan sejauh mana kamu mengenal dirimu. Di antara semua pertanyaan dan pernyataan yang pernah diucapkan orang lain padamu, teruslah saja bergerak melakukan yang terbaik dengan semua kualitas yang kamu miliki.

Di antara semua pertanyaan yang membentang, sebenarnya ada yang lebih harus dipertanyakan oleh mereka kepada diri mereka sendiri yang sibuk bertanya, yaitu “Mampukah aku mengetahui bagaimana aku harus meraih apa yang aku inginkan?”. Melihat banyak sekali orang yang membincangkan orang lain, barangkali kamu juga menjadi bagian perbincangan mereka, tapi sedikit sekali orang yang sampai pada tingkatan kesadaran “Siapakah aku dan bagaumana meraih apa yang aku inginkan?”.

Manusia, mereka (yang sibuk memperbincangkanmu), siapapun tidak bisa hanya melihat dan mempertanyakan kehidupan orang lain untuk mengukur apa-apa yang diinginkan. Semua yang ingin dicapai harusnya dimulai dengan hati yang rendah dan pasrah melalui proses perenungan, pemikiran, dan perencanaan, kemudian bergerak. Setelah itu menilai, mengkaji, ulang, dan mengkritisi.

Jangan pernah menghabiskan waktu untuk berdebat menunjukkan siapa dirimu yang orang lain pertanyakan, kamu adalah dirimu yang harus membangun dan menggoreskan rencana lain untuk mengambil bekal mewujudkan berbagai keberhasilan. Merenungkan baris-baris kehidupanmu lebih baik daripada berdiri di atas pikiran orang lain. Jadi, sudah siap untuk melompat dan berpikir lebih baik? Kamu, terus saja bergerak untuk memberikan sumbangan terbaik kepada kehidupan, terhadap diri, terhadap semua orang

Letih menanggapi hal yang tak penting. Tugasku disini hanya berusaha, dan apa yang telah aku hasilkan saat ini sungguh adalah upah dari kerja kerasku. Dan karena Allah lah, semuanya bisa aku lalui.

Bagaimana bisa engkau menjadi seperti itu… kau diam saat aku membutuhkanmu, kau tak ada disisiku saat aku terjatuh. Aku bangun sendiri, aku ditolong oleh yang lain, yang masih memiliki rasa cinta terhadapku. Lalu kenapa kau masih sibuk mempertanyakan banyak hal, padahal tak sama sekali aku merugikan dan mengganggu hidupmu.

-Puisi tahun 2012, entah siapa yang menulis tapi terimakasih-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s