Foto

Kenangan berjejal ke riuh waktu

Mendudukkan semuanya pada selembar kertas

Kemudian berhasil melengkungkan garis di bibirku

Kamu, dengan tarian kisah yang berlompatan

dari satu foto ke foto lain

Semuanya, menetas dari album lama yang kita bolak-balik

Aku kira aku adalah orang pertama yang akan bercerita panjang lebar dari setiap lembar foto yang aku simpan. Ternyata tidak. Malam ini aku bisa membuat kesimpulan: siapa saja akan menyusun batu bata kisah antara masa lalu dan masa kini, menemui dirinya yang dulu dengan tersenyum, menangis haru, dan dikepung pertanyaan dari lembar foto yang meminta perhatian untuk mendeskripsikan perasaan masa itu: yang terlukis di foto.

“Ini siapa?”

“Dimana nih?”

“Oooh… pas umur berapa nih?”

“Kalau yang ini kok kurus banget ya… pasti ini 25 kilo yang lalu ya?”

“Acara apa ini? Kapan? Sama siapa aja nih?”

Itu hanya sebagian tanya yang datang selalu sungguh-sungguh ingin aku dapatkan jawabannya dari selembar foto. Foto yang baik adalah foto yang bercerita. Begitulah definisi sebuah foto yang aku dengar dari banyak pegiat fotografi. Tadi, setelah tiga buku dongeng selesai aku baca, puluhan lembar foto menyambutku di luar kamar. Memanggil perhatianku untuk tenggelam di antara dua pilihan: tersenyum atau tertawa di hadapan cerita masa lalumu. Hal itu membuatku tenang, sebab aku tidak perlu teori-teori intelektual untuk menangkap ceritamu. Aku selalu tahu bagaimana perasaan yang tepat untuk bersenang-senang dari lembaran foto saat kamu membeku pada puluhan tanggal dalam kalender, melewati masa kecil, tumbuh bersama, juga segala hal yang selalu layak untuk dikenang.

Aku tidak tahu persis bagaimana hidupmu waktu itu namun aku tahu persis bagaimana kamu akan selalu hidup dengan kenangan di lembaran foto itu. Dengan malu-malu, kamu bersedia membuka semua jendela dan pintu yang terbaca dari foto itu kemudian mengajakku merasakan sensasinya. Kita tertawa membiarkan detik berjalan mundur ke masa lalu, ruang ini menjadi riuh oleh kamu yang mengingat setiap detil kisahnya. Tak cukup sampai disitu, semua lembar foto ini membuatmu lolos menjadi penutur cerita terbaik di hadapanku. Bibir, mata, pipi, tangan, dan semuanya entah kenapa membuatnya dengan mudah mempresentasikan fase hidup yang bermetamorfosa dari waktu ke waktu.

***

Sebagian manusia terus bergerak dan waktu berjalan maju, tidak ada pilihan lain untuk mengenang hidup selain merekamnya pada lembar-lembar foto hingga kemudian pada suatu waktu di masa depan kita percaya dengan hal-hal di sekitar kita yang dibuat beku oleh jepretan lensa.

“Akan jadi apa nanti aku setelah kita semua lulus?”

“Eh nanti kalau udah pada punya anak, kasih lihat mereka ya foto-foto kita dulu pas kuliah…”

“Wah kapan ya kita bisa kumpul lagi?”

“Ih ini nih buat kenang-kenangan gue pernah kurus pas jaman ini.”

“Om, nanti foto pas aku main pasir tadi, aku aja ya yang simpen. Biar aku inget… ya?”

Bahkan tanya itu pernah terlontar dari mulut dimana waktu itu kamu tengah berbahagia mengandaikan masa depan dan merekamnya di selembar foto agar tidak kehilangan diri sendiri. Hari-hari itu kamu mengabadikan peristiwa agar tidak dilupakan dan terlupakan. Kini saat semuanya sudah berlalu, kamu masih hidup dalam lingkaran semua kenangan, semangat, dan peristiwa di masa itu hanya dengan cara sederhana: membuka album foto yang kamu simpan di almari kamar.

Dan… tap! Kraaak!! kamu merekam semuanya.

Kamu tidak pernah terlalu tua untuk tertawa atau terharu dan menyaksikan dirimu ada ketika kembali membuka lembar-lembar foto itu sebab kamu kembali melihat saksi hidup yang membuat sadar betapa hebatnya kamu sekarang, betapa berharganya hidupmu sekarang, dan betapa berjasanya mereka yang telah menghebatkanmu seperti sekarang. Maka untuk menjadi penutur terbaik dari sebuah lembar foto yang sempat diabadikan adalah hidup layaknya fotografi yang hanya fokus akan hal-hal penting saja.

Malang, 18 September 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s