Potongan Kisah

(1)

Akhirnya satu per satu tugas dan pekerjaan bisa diselesaikan meskipun memakan waktu yang cukup lama, diiringi semangat yang nyala redupnya tidak stabil. Begitulah, pada usia yang sudah semakin tua rasanya aneh jika harus membiarkan terjebak pada satu titik dimana hukum hukum kebahagiaan harus diukur dengan selesai tidaknya suatu pekerjaan. Jika memang bersedia untuk masuk ke dalam medan-medan pilihan yang kita percayai, harusnya pantang untuk mundur. Bukankah ketika memilih, artinya kita juga mempercayai untuk menabur benih-benih cinta di dalamnya?

(2)

“Kamu harus minum yang manis-manis” katanya. Semalam tubuhku gugur di ranjang kasur, menyelinapkan aroma lelah saat segala luka dan kegilaan meledak di jantung waktu. Karena hampir seharian dalam beberapa hari aku berdiam di perpustakaan, pada meja nasib dari buku yang harus rampung kubaca. Aku mengubur diri dalam peperangan dengan diriku sendiri untuk merundukkan keinginan menyelesaikan banyak hal. Aku harus istirahat meski sebenarnya pikiran masih mengapung di antara langit-langit. Taking care of your health are more important than working. Without your health you will not be able to work properly. We need to stay fit for our daily activities to be done properly. Kira-kira demikian, ketika kita mengingkan sesuatu kadang harus berhadapan dengan sesuatu yang tidak kita ingini.

(3)

“Ayo bangun, sholat subuh dulu…” perintahnya tertulis di short message yang aku terima pagi tadi. Lalu, mengumpulkan nyawa menjadi semacam keharusan untuk bisa membedakan igauan dan gurauan dari mimpi semalam. Aku dilemparkan pada banyak kejadian yang sering menampar-tampar batin meski hanya dalam mimpi. Kemudian ada pagi yang membuat semua mimpi sepanjang malam berguguran karena tidak bisa mengingatnya. Berhadapan dengan kaca, aku menyampaikan segala syukur karena selalu memiliki kesempatan untuk menyatukan segala hal yang berserak hanya dengan merubah sudut pandang, reframing namanya. Pada banyak pagi yang tidak pernah kuhitung berapa kali aku bisa bangun, selalu ada kesempatan baru yang ditawarkan. Kesempatan yang tidak bisa dipahami sebatas kebetulan bagiku yang mulai bisa menjadikannya ruang sebagai latar bagi banyak kisah dan renungan.

Ini adalah tentang seberapa kuat aku ingin menjadi apa yang aku inginkan. Karena untuk apa saja, perubahan sejatinya terletak pada seberapa kuat keinginan merubahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s