sebuah catatan akhir liburan

“Memanusiakan” Kualitas Kampus

Oleh: Farah Adiba Nailul Muna

Mahasiswa S1 PG PAUD Universitas Negeri Malang

Selama ini perguruan tinggi negeri (PTN) masih menjadi ladang yang subur bagi para lulusan SMA, SMK, ataupun MAN untuk melanjutkan pendidikan. Prioritas tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi PTN untuk menjaring mahasiswa dengan kualitas yang baik melalui seleksi masuk perguruan tinggi (SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri). Seiring berjalannya waktu, perkembangan dan inovasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas PTN agar mampu bersaing dengan yang lainnya, pengembangan itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk pembangunan kampus di beberapa sektor daerah (Program Pelaksana 2 di Sawojajar dan Program Pelaksana 3 di Blitar) untuk memperluas jaringan dan menjangkau mahasiswa dari daerah yang jauh dari kampus pusat. Sayangnya masih banyak celah kekurangan yang ditemukan tidak sebanding dengan semangat kerja keras untuk meningkatkan kualitas kampus PP2 menjadi sama unggulnya dengan kampus pusat.

“Bagi saya sih fasilitasnya kurang lengkap seperti misalnya buku perpustakaan yang kurang lengkap, wifi tidak menjangkau seluruh ruangan di kampus, kantin yang masih minim, dan juga peminjaman ruang untuk kegiatan kampus dan peminjaman alat-alat masih dipersulit bahkan tidak jarang dipungut biaya oleh pengelola jika ingin menggunakan fasilitas kampus.” Ujar Rini, salah satu mahasiswa PAUD yang mengeluhkan kurangnya fasilitas yang mendukung menjadi salah satu hal yang harus segera direspon oleh kampus. Hal itu menjadi catatan penting mengingat fasilitas yang disediakan oleh kampus bertalian erat dengan peningkatan hasil belajar mahasiswa.

Meskipun tidak bisa dikatakan mengalami kemunduran namun pada kenyataannya fasilitas yang tersedia kurang mendukung proses perkuliahan, padahal kampus 2 dan 3 merupakan jurusan dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Lokasi kampus yang cukup jauh dari kampus pusat juga berimbas pada minimnya interaksi dan informasi dari kampus pusat mengenai kegiatan-kegiatan kampus dan administrasi surat menyurat. Melahirkan mahasiswa yang memiliki kualitas dari segi intelektual maupun spiritual bisa terwujud jika peningkatan kualitas lingkungan belajar sama baiknya dengan ilmu yang diajarkan. Dalam hal ini, lingkungan kampus seharusnya mampu menjadi wadah  yang luas bagi kegiatan mahasiswa justru terlihat kurang berkembang dan sepi peminat karena kurangnya dukungan dan fasilitas yang disediakan. Kampus dibangun bukan hanya untuk menjadi objek kekuasaan tanpa ada perbaikan nasibnya setelah semuanya berjalan. Setelah semuanya berjalan, perbaikan secara bertahap diperlukan dengan memprioritaskan pada pembangunan fasilitas yang menunjang dan pembangunan manusianya. “Saya sendiri sangat berharap kampus 2 bisa lebih merespon dan respect terhadap prestasi mahasiswanya karena tidak jarang prestasi tersebut juga membawa nama kampus dan jurusan.” Papar Atik, salah satu finalis duta kampus 2014.

Berkaca dari semua itu, pihak kampus sewajarnya melakukan konseling dan peninjauan, menanyakan apa yang sedang terjadi dan bagaimana fakta yang ada di lapangan bukan hanya sekedar menampung aspirasi tapi juga segera bertindak melakukan pembenahan. Kampus harusnya berlomba menunjukkan kualitas terbaiknya dari segi materiil maupun non materiil sebanding dengan  biaya kuliah yang sudah dibayarkan oleh mahasiswa. Hal itu bisa dibuktikan jika semua pihak mau berbenah dan turun tangan untuk meningkatkan standart sebuah kampus yang menjadi rujukan bagi banyak pihak untuk mengenyam pendidikan. Kualitas kampus yang baik dibangun dari proses yang baik dengan mengasah cara berpikir untuk terus bertransformasi dan melakukan inovasi. Bukan terjebak pada ruang kenyamanan yang membuat kita pura-pura hebat lalu kagum pada kehebatan pura-pura itu.

Advertisements

9 thoughts on “sebuah catatan akhir liburan

  1. Good idea…
    kampus sbg salah satu lumbung pengetahuan seharusnya mempunyai fasilitas yang “melenakan” bagi siapapun yg ada di dalamnya… apalagi mahasiswanya 🙂
    Semoga kampus2 di negeri ini semakin memanusiakan manusia dan memanusiakan pengetahuan manusia 🙂
    wah ngomong apa aku ini?
    hikz 🙂

    Like

    1. Tugas kita semua untuk memciptakan lingkungan belajar yg nyaman dan membuat si pebelajar menjadi seorang yg kaya akan pengalaman baik d lingkungan internal kampus maupun di luar. Terimakasih sudah mampir dan memberikan komentar 😊😊

      Liked by 1 person

  2. Kenal Tika? Mahasiswal Malang, temen saya dulu SMA masuk PG PAUD juga. Dulu ada tugas membuat aplikasi permainan buat PAUD, saya yang buatin -__-

    Kamu kenal dia ngga?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s