Mengakhiri Ramadhan

Harus dengan cara apa ramadhan diakhiri

Jika kita belum benar-benar memenangkannya

Satu bulan berakhir, kasihku

Air mata mengalir

Tapi aku masih saja sewenang-wenang

Berlagak tenang seolah tak punya hutang

Memperbaiki amalan di batas perpisahan

Dua puluh tahun usia, sebulan setahun

Menikmati ramadhan

Berdiri berpuasa, belajar berhari-hari

Semakin berumur malah semakin kendur

Dewasa yang tak tahu diri

Sayang, aku benci berpisah denganmu

Sebab tak ada tawaran waktu sebaik ramadhan

Saat akhirnya aku cukup tahu

Karena terlalu bodoh menyiakanmu

Hanya ingin aku memojok di kegelapan

Menenggelamkan air mata dalam harapan dan penyesalan

Kuharap kita bertemu lagi

dengan aku yang lebih hidup menyambutmu

Aku yang akan menggeliat menikmati detik pahala dari tasbih dzikirku

Aku yang akan semakin dalam berbincang dengan Tuhan karena pintu lapang terbuka

Dan kali ini untuk kesekian kalinya aku tak tahu

Dari sudut mana harus kuakhiri ramadhan ini

Sebab lebih dari semuanya,

Masih ingin kuhirup surga di ramadhan ini

Kediri, 16 Juli 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s