Malam

20150609_115514
secangkir kopi malam hari

Sepuluh lewat 11 menit, malam yang panjang untuk mengakrabi sepi, aku duduk sendiri, di dalam kamar, membunyikan sepuluh jari, berteman puisi-puisi, menghidupkan mimpi-mimpi, mengucap syukur berkali-kali atas hari ini.

Pada malam, aku dimanja imaji untuk membelah-belah kata, menyelesaikan tulisan, membuka buku-buku, menemani rindu yang sedikit-sedikit keluar dari patahan sunyi.

Malam ini, seorang bertanya “siapa yang kau minta pergi? Sedang siapa yang kau minta tetap tinggal?” matamu melihat lipatan buku saling tatap berharap masing-masing memberikan jawaban. Sepertinya itu hanya harap yang belum reda jika hanya saling tatap. Aku butuh kekuasaan lain untuk menjawab, mungkin Tuhan berkenan menjawab pada ruang dan waktu yang nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s