Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi!

11196355_10202846119513176_3174821375683563102_n
penulisan cita-cita dan penerbangan balon

Saya menulis catatan ini setelah selesai perjalanan menuju Gunung Satak tempat SDN Bulusari 3 terletak. Kali ini saya dan beberapa rekan kembali berkunjung kesini untuk melakukan persiapan terakhir sebelum acara Hari Inspirasi besok pagi, 4 Mei 2015. Kebetulan saya mendapatkan tugas koordinir wilayah sekolah ini. Untuk memaksimalkan persiapan dan beberapa perlengkapan mengingat jarak SD yang jauh dengan wilayah kota akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam disini beserta beberapa relawan pengajar dari berbagai profesi yang ikut berpartisipasi. Di rombongan belajar kami ada seorang blasting engineer, hypnoterapis, dan manager lembaga keuangan, ketiga orang tersebut bergabung untuk acara Kelas Inspirasi Kediri sehari mengajar adik-adik di SDN Bulusari 3 ini.

Sebenarnya dua hari yang lalu saya baru saja pulang dari Malang dengan kondisi badan yang kurang fit karena flu namun menggunakan alasan sakit untuk absen di acara Kelas Inspirasi rasanya terlalu berlebihan. Setiap kali ada acara seperti ini dari siapa saja, maka banyak urusan kampus saya jadwal ulang agar bisa ikut acara, sekedar untuk berdiskusi dengan pegiat pendidikan dan merasakan langsung apa yang sedang terjadi dengan pendidikan yang ada di negeri ini.

Dalam lingkungan sekolah yang bisa dikatakan jauh dari kata layak dengan rasio siswa dan guru yang tidak seimbang, sarana dan prasarana yang kurang dan terkesan seadanya, sore ini saya tersadarkan lagi bahwa sedang bertemu dan menyaksikan sebuah generasi baru bangsa yang harus disiapkan untuk menatap masa depan. Generasi Indonesia yang akan ikut mendorong perubahan nantinya. Sembilan tahun yang lalu saya pernah menulis sebuah kalimat cita-cita di papan mading kamar saya “menjadi orang yang bermanfaat”, kalimat yang dulu ketika saya tulis, saya belum tahu maknanya. Tapi detik ini selama hampir seluruh energi dan perhatian dipakai untuk belajar, meneliti, atau menulis, saya yakin sekali makna kalimat itu ada amat dekat dengan benak, dengan hati, dan dengan semangat yang dimiliki.

Suatu waktu saya sempat merenungkan sebuah video tentang kehadiran pendidikan di negeri ini, “sudahkah kita ikut mencerdaskan bangsa ini? Buah dari pendidikan itu memang tidak bisa kita petik saat ini, tapi barangkali manfaatnya bisa dirasakan setelahnya.” Kita, siapa saja yang berkesempatan menikmati pendidikan di bangku berbagai universitas di Indonesia sesungguhnya sedang dititipi amanah besar untuk meraih ilmu pengetahuan dan mengambil best-practice dari banyak hal dimanapun, sedang mereka jutaan anak-anak sekolah di berbagai pelosok negeri mengucapkan Pembukaan UUD 1945 sesungguhnya mereka sedang menyebutkan tentang kita: anak-anak bangsa yang sudah mendapatkan janji kemerdekaan Indonesia “…mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa…”. Bagi kita yang sudah menikmati pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi dan merasakan janji kemerdekaan, rasanya tidak pantas jika hanya berdiam mendiskusikan apalagi terus mengutuki kekurangan bangsa ini. Faktanya memang kekurangan bangsa ini banyak, berderet panjang memenuhi rak-rak etalase pikiran kita, tapi mengubah wajah Indonesia hanya bisa dimulai dengan tindakan, sebuah usaha kolektif yang digerakkan oleh anak-anak muda dengan mengubah kualitas manusianya. Kita yang sudah merasakaan manfaat pendidikan harusnya mampu menjadi motor pendorong sebuah perubahan, turun tangan membenahi Indonesia dan membawa bekal ilmu sebesar-besarnya untuk memberikan manfaat bagi saudara sebangsa. Kita mungkin bangga dengan keberhasilan studi yang sudah dicapai, deretan piala yang berjajar di almari, juga rangkaian pencapaian yang tertempel di diri, tapi saya yakin kita akan lebih bangga saat semua keberhasilan itu menjadi langkah awal untuk memberikan makna kebermanfaatan diri bagi orang lain di sekitar kita.

Coba sejenak mari kita renungkan kutipan surat dari Bapak Anies Baswedan untuk Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang yang kemudian di forward ke PPI Belanda (2013/1/19) yang saya baca di salah satu blog seorang dosen.
“Seperti saya sampaikan kemarin bahwa iuran terbesar untuk pendidikan itu bukan beasiswa, bukan buku, bukan fasilitas belajar tapi iuran kehadiran. Kehadiran Anda sebagai inspirasi adalah iuran terbesar. Anda memang tinggal jauh dari Indonesia tapi hadirkan diri Anda di kelas-kelas tempat dulu Anda pernah belajar. Jadikan diri Anda yang sudah mendapatkan kesempatan untuk belajar di kampus-kampus terkemuka ini sebagai inspirasi. Sama sekali bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk menanamkan bibit mimpi, untuk menjadi motivasi bagi adik-adik sebangsa.
Buatlah rekaman movie singkat tentang kegiatan anda. Gambaran saat belajar, saat di labolatorium, di perpustakaan, di kampus, dimana saja tempat anda sekarang menuntut ilmu. Jelaskan itu semua sebagai cerita, sebagai narasi kegiatan anda. Lalu kirimkan rekaman itu ke SD, SMP, SMA anda atau yang lain. Jangan takut dianggap menyombongkan diri, tegaskan bahwa rekaman ini anda kirimkan untuk adik-adik sebangsa agar kelak mereka bisa melampaui keberhasilan anda. Anda kirimkan rekaman ini sebagai iuran anda untuk menghadirkan mimpi di kelas-kelas di kampung halaman anda dan di manapun di negeri tercinta ini. Titipkan pesan disana bahwa anda jauh dari tanah air tapi tidak pernah lupa dan akan selalu mendorong kemajuan bagi Indonesia.”

Dua minggu yang lalu, saat kita semua para fasilitator dan relawan kelas pengajar berkumpul untuk briefing, saya memperhatikan wajah kita satu per satu, saat kita semua memperkenalkan diri dan menyebutkan bidang profesi masing-masing, dalam hati saya mengatakan semoga Allah mencatat setiap detik langkah ini sebagai akumulasi pahala dan didikan yang luar biasa dari orang tua, dari para guru dan dari lingkungan tempat kita tumbuh karena melaksanakan tugas mulia melunasi janji kemerdekaan “…mencerdaskan kehidupan bangsa…” Maka mari menjadi orang yang sibuk mengamalkan ilmunya dan bermanfaat bagi orang lain.
Jaga stamina fisik, stamina intelektual, stamina moral. Mari terus melangkah! Mari Mengajar, Mari Menginspirasi!

-Kediri, di bawah tiang bendera berteman kunang-kunang beterbangan, salam hormat untuk Indonesia. Kelas Inspirasi Kediri 3 Mei 2015-

1536424_10202846140073690_3194226896797339753_n
foto bersama usai kegiatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s