Segawe: Biji Masa Kanak-Kanak

wpid-wp-1428748143957.jpegSore ini aku berangkat ke rumah nenek, tepatnya di desa Duwet, Wates Kediri. Sepanjang perjalanan ditemani rintik-rintik hujan yang tidak terlalu deras, selama itu pula terbayang kenangan masa kecil yang sering bermain-main di sawah. Ya tiba-tiba ingatan itu muncul kembali di permukaan menjadi sebuah kerinduan tak tertahankan.

Saat menuliskan ini aku sedang berada di pinggir jalan sambil menikmati senja yang sebentar lagi datang dari ujung sana. Aku arahkan pandangan ke ujung jalan dimana aku bebas memandang sawah yang menguning. Sepi. Tapi disana kutemukan lagi bayangan masa kecilku yang asyik bermain, berlarian menyusurinya. Kepada tanah, aku melihat dengan teliti satu per satu biji berwarna merah yang jatuh. Aku mengenalnya dengan nama biji segawe. Biji merah kecil yang bisa dijadikan biji bermain dakon. Tahu kan? Ya begitulah banyak permainan yang bisa diambil dari hasil alam. Dari sini juga banyak pohon pisang yang pelepahnya bisa digunakan untuk bermain pasaran. Ah masa kecil dulu…

Aku sedang duduk di gubuk sawah untuk ‘menikmati sore’ bersama ayah, sekedar bermain ke sawah dan duduk di gubuk. Menghabiskan waktu bercanda jelang senja. Di desa selalu menyajikan satu hal yang mengantarkan aku pada diriku di masa kecil. Sederhana saja, seperti biji segawe yang pernah menyaksikan aku tumbuh dan ada, masih setia menemani sisa usia tanpa ikut menua

Di desa yang tak pernah hilang kenanangannya
11 April 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s