Kepada Ayah, Tentang Kenangan Masa Kecil yang Indah

FOTO 1
Foto di ambil di Pantai Malang-2014

Sore kemarin cerah, tanpa hujan dan angin. Hanya sedikit mendung yang membuat sore terasa tenang. Di sela lalu lalang orang menikmati liburan yang berlangsung, aku tenggelam di tumpukan buku-buku seperti biasanya. Mematung berjam-jam di balik kaca membebaskan pandangan pada segenap kesibukan jalanan. Ada taman yang dilingkari pagar dan angin dengan lembut meniup daun untuk segera digugurkan. Suara kendaraan meramaikan jalan menyisakan polusi di udara lalu hilang. Anak-anak menikmati kelembutan pasir yang sengaja ditumpahkan di arena bermain taman itu. Entah pesan apa yang ingin disampaikan keadaan sampai dingin mendadak menjalari seluruh tubuh.

Aku tidak menyimpan semua potongan kenangan dengan rapi, semua hal bercampur tak tertata di satu kotak yang lama berdebu. Tapi sore kemarin saat daun mulai meninggalkan tangkai seiring tawa lepas keluar dari mulut anak-anak yang bermain pasir, segenap hatiku mengingatkan ada beribu kata dan makna yang ingin dituangkan. Seperti anak kecil yang berusaha membangun menara dengan tumpukan pasir dari ember-ember kecil, aku menangkap kembali potongan memori yang terbang bersama tiupan pasir ke udara. Menyusun potongannya hingga jadi sebentuk gambar yang melukis lekuk-lekuk wajahmu.

Di sela-sela kehidupan normal yang berlangsung, ada kiriman kerinduan tentang masa-masa yang terlalu menyenangkan ketika ditulis. Ya, sapaan dari masa lalu.

Katamu aku sering larut mendengarkan dongeng sebelum tidur. Aku yang hanya diam di dekapmu menikmati alur cerita, membangun imajinasi atasnya, kemudian di bebaskan bertanya dan berharap tidak akan pernah selesai. Seolah daftar cerita yang masuk ke dalam ransel pikiranku menjadi lampu terang dalam perjalanan.

Katamu kita mesti punya lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama. Maka sering kuperhatikan kau siapkan dari saat-saat sebelumnya waktu untuk kita bersama di satu taman, di kedai makan, atau menjelajahi jalanan. Aku tak pernah hirau tentang kondisi awan pagi hari, sore yang hujan, atau tentang malam. Yang kuingat hanyalah kita pernah saling tatap melepaskan tawa, bermain-main dengan pewarna dari ujung jari, menggambar pola yang terputus pada sebuah titik baru yang kuingini, dan apa saja yang kutulis berantakan kau tetap tertawa. Satu dari kita yang sanggup tertawa dan ditertawakan di saat bersamaan cukup memberikan jawaban bahwa  “aku tidak sedang sendirian”.

Katamu kita selalu punya pilihan untuk melakukan banyak hal yang membahagiakan, tetapi kita memilih ‘paket paling sederhana’ yang bisa dilakukan banyak orang: bermain bersama, menghabiskan lebih banyak waktu bersama, bercerita bersama, makan bersama. Sebab yang kita butuhkan adalah keberadaan yang selalu ada untuk saling menguatkan dan menjaga kenangan agar selalu berwarna dan bahagia. Kau buat pahamku tentang bahagia sesederhana: keberadaan yang selalu ada.

Untuk kalimat terakhir yang telah selesai kubaca dari buku yang kupegang, aku mengambil pelajaran darinya. Mengingatkanku tentang jarak yang panjang dan waktu yang sudah tak sama tapi aku justru terselip di satu halaman kumpulan kenangan masa kecil yang indah. Seolah jarak dan waktu yang berbeda hanya sebatas rumah sebelah yang kapan saja bisa dibuka untuk disaksikan kembali. Tawamu saat itu masih sama, belum berubah dari saat terakhir di hadapanku, tapi ada cerita lebih panjang yang harus kuhadapi saat ini. Sementara aku tahu, memilih hidup di antara udara lepas yang bisa menggiring kenangan itu kembali kepadaku kapanpun dan dimanapun saat aku ingin mengingatnya adalah tabungan kebahagiaan yang kudapatkan dari masa lalu. Begitu pula tentang semua yang hadir setelahnya, aku berbahagia melembarkan cerita yang menghidupkan ini.

Malang, 15 Maret 2015; 13.22

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s