Pelukis Kata #2

Untuk sahabatku A. Fitria Ridwan

Di mata setiap laki-laki yang mengagumi seorang perempuan, ada ribuan alasan menumpuk di otaknya yang membuat ia bertahan untuk tidak pergi meninggalkan. Ia adalah laki-laki yang berjuang di sebuah arena bernama hati mencoba bertahan sekuat tenaga menahan pandangan mata, sedang perempuan itu mencoba sekuat tenaga membentengi hati. Lalu sebenar perjalanan hidup membawanya pada sebuah keberanian untuk menjatuhkan pilihan, namun sayang di luar sana hujan juga seakan berlomba menjatuhkan dirinya, mengalir deras memenuhi sungai-sungai kecil di sepanjang jalan. Dan sore kemarin, bisa jadi pilihan itu ditinggalkan seiring jatuhnya air hujan yang menutup senja dengan dingin yang menusuk kenangan. Entah apa maksud Tuhan membiarkan perempuan itu mencoba dengan dia yang salah, menjelajahi hatinya sampai kehilangan arah. Jika bisa, aku ingin menawarkan tempat duduk di sisiku hanya untukmu, dan kusediakan tissue untuk mengusap air matamu. Seperti hari-hari sebelumnya saat kita sering bertemu, akan kauceritakan semua rasa yang sudah sekian lama mengendap di udara sambil menyeduh kopi hangat buatanmu. Tapi sepertinya aku salah, kau perempuan yang cukup kuat untuk menunggu dan rela bersabar demi memantaskan diri hingga Allah memberikan laki-laki yang sepadan sebagai jawaban doa yang sudah sekian lama terucap. Jadi sepertinya aku cukup jadi pendengar yang setia mengagumi langkahmu, kau selipkan cerita sebagai teladan dan doaku akan terus menyertaimu.

Jangan katakan berlebihan jika aku menjadikanmu salah satu teladan dalam hidupku, faktanya memang demikian. Terangmu terus saja terasa sepanjang perjalanan, itulah mengapa aku tidak pernah mensia-siakan waktu berbincang denganmu. Kau pernah mengatakan sebuah sesal karena pernah mengenal laki-laki itu hingga harus berjuang menabahkan hati saat ia pergi meninggalkan. Tapi bukankah hidup adalah gudang pelajaran? Tidak akan ada hidup yang berjalan mulus tanpa gangguan termasuk karena laki-laki. Kita adalah dua perempuan yang berjuang menjaga hati, tapi sebagai manusia biasa aku kadang tergoda menikmati perhatian yang diberikan laki-laki. Tak perlu penjelasan panjang lebar, kau hanya titipkan satu pesan untukku “Bagi orang-orang yang merasa mandiri, perhatian itu memang jebakan.” kata-kata sederhana macam itu sudah bisa menguatkan hatiku. Bagaimana dengan hatimu?

***

Pagi telah menyongsong, tidak ada yang berubah. Ada laki-laki yang sudah sekian lama bertahan di gubuk kokoh hatimu, laki-laki yang sekian lama kau kagumi karena kebaikan dan perjuangan hidup yang mengesankan. Ia datang padamu dengan apa adanya, membiarkanmu berdamai dengan masa lalu dan pada beberapa kesempatan air matanya menetes karena menangisi kehilangan yang serasa seperti bencana kemudian dikatakannya padamu “Tanpa hadirmu dalam hidupku, aku yang sebaik hari ini tidak akan pernah ada.”

Tapi bukankah pagi selalu menawarkan kesempatan baru?

Dulu, ada kebodohan yang ia lakukan dengan menyerahkan hati pada seorang yang tidak tepat. Jelas, ada jejak tangan lain yang tertinggal di hidupnya tapi setelah menemukanmu lagi, ia (laki-laki itu) hanya berharap melihatmu sebagai seorang yang pantas diperjuangkan karena mungkin sudah lelah terus mengeluhkan kesepian. Sebab ditemukan lagi wajahmu yang dulu selalu ada, datang, dalam bayang-bayang mimpinya.

Kau pernah berteriak panjang butuh genggaman dan kini saat ia datang padamu, apa kau masih butuhkan waktu tunggu? Entahlah, kau sudah melewati perjalanan panjang untuk saling menemukan dan aku selalu menantikan kepada siapa hatimu akan kau persembahkan. Yakinlah, kau akan segera dipertemukan. Kau harus tahu, itu doaku tiap hari ketika pintu-pintu langit terbuka.

Sekedar memastikan, kau tak akan sendirian.

Dariku, yang mencoba menulis cerita sederhana di hari ulang tahunmu. Selamat Ulang Tahun, semoga tetap jadi perempuan yang membanggakan.

Kediri, 08 Maret 2014; 17.30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s