Pelukis Kata #1

Dia satu-satunya perempuan yang mengagumi buku-buku. Meracik kekuatan dalam setumpuk renungan. Dan bagian yang paling disukainya adalah meliarkan imajinasi sebab pada malam menjelang pagi, cerita datang, tak berhenti, ia terus menulis membentuk coretan di tepi-tepi dinding tembok. Tak dihiraukannya hujan yang berlomba menjatuhkan diri sepanjang malam, juga soal dingin yang menusuk-nusuk tulang. Dia tetap setia bermanja dengan sajak-sajak sepi. Yang dipikirannya hanya menggapai lembar-lembar kertas kosong di meja dekat jendela kamar dan mengingat pena yang tergeletak lelah semalam. Disediakannya beberapa kertas kosong untuk melukisnya dalam kata-kata. Lantas sebentar, ia menyeruput secangkir teh disampingnya dan sesekali membuka-buka buku. Tak ada yang berubah. Tiap malam adalah terang dalam perjalanannya. Tapi kali itu Tuhan tersenyum, memastikan bahwa ia menemukan hidup yang terselip di suatu halaman kumpulan sajak orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s