Self Managing: Mengefektifkan Manajemen Diri di Era Global

Di abad ini, pernyataan bahwa kita tengah hidup di dalam era globalisasi sudah menjadi ungkapan yang klise. Di era saat ini sungguh sangat terasa persaingan yang begitu kuat dan ketat antar individu dari berbagai bidang. Kebanyakan orang berpikir ingin mengubah dunia untuk memperbaiki hidupnya namun banyak pula yang kemudian menyerah dan kalah sebelum sampai pada tujuan yang diinginkannya. Pertanyaannya, mampukah setiap orang menjawab tantangan globalisasi yang tersaji di depan mata kita? Bagaimana membuat hidup kita lebih efektif dan efisien?

Persaingan yang ketat dan tuntutan kehidupan yang semakin tinggi tak jarang membuat sebagian orang merasa stres dan mudah kecewa karena apa yang diinginkan tidak sesuai harapan. Saat itulah kualitas diri dipertanyakan. Di era ini, kecerdasan, kekuatan ambisi, dan impian yang tidak diimbangi dengan kemampuan self managing atau manajemen diri yang baik justru akan merugikan diri sendiri pasalnya segala sesuatunya terus berkembang sehingga ada yang bisa memudahkan jika digunakan dengan baik ada pula yang justru mempersulit jika tidak bisa menggunakannya. Untuk itu, agar seseorang “tidak tersiksa” dengan berbagai macam perubahan yang ada, maka harus ada upaya untuk mengembangkan kemauan untuk berubah dalam diri kita sendiri.

Saya berikan contoh sederhana sebagai berikut, ada dua orang yang memiliki mimpi, ambisi, dan kecerdasan yang sama untuk bersekolah di luar negeri. Perbedaannya, si A dapat memanajemen dirinya dengan baik, sedangkan si B kurang dapat memanajemen dirinya dengan baik. Dalam jangka waktu yang berbeda, keduanya memang berhasil mewujudkan impiannya itu, namun si A dengan manajemen diri yang baik jauh lebih cepat mewujudkan impiannya daripada si B. Disitulah makna efektif dan efisien sangat terasa dan dibutuhkan.

Berkaitan dengan manajemen diri, ada banyak buku yang menyajikan resep dan tips bagaimana memanajemen diri dengan baik, dan di artikel ini saya akan coba mengulasnya dengan lebih sederhana. Memanajemen diri bukanlah suatu hal yang sulit, namun juga tidak terlalu mudah. Perlu adanya konsistensi, pemikiran mendalam, self discipline yang tinggi, dan mengaktifkan otak untuk lebih jeli melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan menjawab tantangan persaingan yang ketat di era globalisasi maka setidaknya ada 5 hal mendasar yang bisa dijadikan acuan untuk membuat hidup kita lebih efektif dan efisien.

1. Mindset and Leadership

Hal ini terkait dengan paradigma, mindset atau pikiran. Mencapai tujuan yang sudah di tentukan kita harus memiliki mental sebagai seorang driver (pengendali) bukan passenger (penumpang). Dibutuhkan mindset driver agar kita tidak mudah menyerah dan selalu ada kemauan untuk mencoba. Akan selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau mencoba. Prof. Rhenald Kasali dalam salah satu bukunya pernah mengatakan, “Ada banyak kaum muda yang pintar sekolahnya, tapi maaf “lembek” dalam berjuang. Mudah sakit hati kalau dipersulit situasi.” Maka untuk bisa berubah seseorang harus sadar akan dirinya sendiri dahulu, mengubah pola pikirnya dan mengetahui kelebihan maupun kekurangannya, dan memiliki pengelolaan kepribadian yang berkualitas. Dengan memiliki kesadaran diri tersebut seseorang bisa mengatur dirinya untuk mencapai harapan dan tujuan hidupnya.

2. Misi, Visi, dan Target Hidup

Kita mungkin sudah tidak asing dengan kutipan Buya Hamka yang berbunyi “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar bekerja, kera juga bekerja.” pertanyaannya, mau apa hidupmu hari ini? Keberadaan manusia di dunia ini tentu tidak asal hidup namun juga ingin memberi arti pada kehidupan. Oleh karena itu kita harus bisa merumuskan visi, misi, dan target hidup yang bisa memandu mau kemana langkah kita selanjutnya. Perencanaan yang matang dan pelaksanaan rencana secara tepat dengan potensi yang dimiliki akan mempermudah kita mencapai tujuan hidup.

3. Self Discipline

Mengalahkan diri sendiri adalah hal yang sulit bagi sebagian orang, butuh self awareness (kesadaran diri) dan kemauan yang kuat untuk membentuk karakter yang kuat pula. Barry Schwartz dalam bukunya The Paradox of Choice mengungkapkan bahwa kita dikelilingi oleh berbagai peralatan yang modern dan hemat waktu, tapi tampaknya kita selalu kekurangan waktu. Mengapa demikian? Kita terikat oleh waktu yang terbatas, maka jangan pernah membuang waktu mengerahkan semua skill dan kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik. Dengan disiplin diri yang dilakukan secara berkesinambungan atau konsisten maka diharapkan akan menjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya kualitas diri yang lebih baik, karena self discipline yang baik akan membentuk pribadi diri kita yang lebih baik dalam meraih tujuan hidup yang diinginkan.

4. How Do I Work? And What Can I Contribute?

Bahwa kualitas pribadi seseorang diukur bukan dari apa yang dikatakannya, tetapi dinilai dari apa yang dilakukannya. Dengan berpegang pada cara kerja, prinsip hidup, dan kekuatan pada diri. Kita dapat mengambil keputusan untuk berkontribusi semaksimal mungkin pada kegiatan yang ditekuni saat ini.

Jika keempat hal tersebut telah dikenal dengan baik dan diimplementasikan akan membuat diri mampu berpikir dinamis, menunjang segala aktivitas dalam memaksimalkan waktu yang akan berbuah prestasi pada diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s