Januari

Januari berakhir untuk kesekian kali. Janji-janji belum juga terpenuhi. Lagi-lagi, Tuhan masih berbaik hati memberimu waktu merangkai mimpi dari sepuluh jari menjadi bait puisi. Mengayunkan tangan santai, sambil menikmati secangkir kopi tanpa peduli argumentasi. Ini soal berani, rasa berani -lebih berani menikmati hidup- sebagaimana mestinya. Tidak ada beban. Tidak ada tanggung jawab kepada siapapun, melainkan hanya kepada diri sendiri. Kondisi yang memang harus kita yakini.

31 Jan 2015; 23.38

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s