Hidup adalah Menerima

Seperti sebelumnya, saat semua menjadi tak berdaya karena takdir Sang Kuasa. Doa menjadi selaksa aksara pelipur lara. Meski jauh dari kata sempurna, diri yang tak luput dari dosa. Seperti debu yang kapan saja siap diterbangkan, jika saja Ia menghendaki. Karena apapun yang diinginkanNya, pasti akan terjadi. Kita ini apa? tak berkuasa atas apapun.

Masih terekam, saat tangan dan kaki menjadi korban sebuah kenaifan, dari lamunan yang tak juga segera temukan kekuatan, sekedar menyandarkan harapan dan menerbangkan doa-doa. Hidup tak akan jauh dari negosiasi, gampangnya sebut saja hidup adalah proses tawar. Tawar menawar dengan Tuhan, menimbun kebaikan atau dosa untuk kemudian di tukar dengan apa? Kegelisahan akan selalu muncul karena terlalu lama menunggu hasil tawar dengan Tuhan. Tapi kita apa? lagi-lagi tak punya kuasa atas apapun.

Sebaliknya, hari terus berlalu meninggalkan yang lalu, waktu terus berputar tak peduli apa kau ragu menatap masa depan. Mereka juga tak punya kuasa menjawab rasa penasaranmu yang kapan saja menyeruak memenuhi ruang dalam dada, pun bisa saja menggumpal menjadi badai maha dahsyat yang menggoyahkan dirimu. Kalau saja mau sadar, kita tak pernah punya satu hak pun untuk menggugat kejadian demi kejadian dalam hidup ini. Kita ini siapa? bukan Tuhan, jadi tak punya kuasa apa-apa. Terima saja.

Jangan-jangan selama ini kita lupa “hidup itu menerima”. Bila kita hanya diwajibkan berusaha tanpa mencemaskan hasilnya. Bila kita hanya diwajibkan belajar tanpa ragu seperti apa nilainya. Bila kita hanya diwajibkan terus berkebaikan walau tak ada balasan apapun. Bahwa hidup itu menerima segala apapun yang sudah digariskan dan mempercayai Tuhan tidak pernah ingkar pada janjinya yang tertulis di kitabnya. Manusia hanya menerima. “hidup adalah menerima” adalah proses sepanjang hayat dan tidak akan pernah berakhir (never ending process) ke arah manusia kafaah. Manusia yang tidak setengah-setengah menjalani kehendakNya dan meleburkan dirinya ke dalam hakikat hidup itu sendiri meski ada banyak keadaan yang tak sejalan dengan pemikiran. Lagi-lagi kita hanya manusia yang tak punya kuasa atas segala akal dan pikir. Hidup adalah menerima.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s