Merayakan dengan Syukur dan Doa

Di penghujung tahun 2014 ini, kita dihadapkan dengan berbagai fakta bencana yang terjadi silih berganti di negeri ini. Beberapa hari terakhir, kasus Longsor di Banjarnegara menghiasi layar kaca, kemudian bencana banjir yang melanda beberapa kota di Indonesia, dan yang baru saja terjadi musibah hilangnya pesawat AirAsia dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura. Di balik semua bencana itu, apakah kita masih pantas mempertontonkan pesta untuk menyambut awal tahun? Lalu pertanyaannya: apakah kita akan tega merayakan pesta tahun baru yang meriah di tengah tangis saudara-saudara kita? Dimana letak rasa empati kita saat ratusan bahkan ribuan orang, saudara kita di negeri ini sedang menangis atas cobaan yang diberikan Allah.

Musibah dan bencana yang datang memang tak bisa dihindari, semua terjadi atas kehendak Allah yang Maha Segalanya. Saat ini, kita mungkin baik-baik saja, tapi nanti suatu saat nanti entah kita tidak tahu apa saja yang Allah rencanakan untuk kita. Atas semua yang tengah menimpa negeri ini, alangkah baiknya jika akhir tahun ini ditutup dengan ‘muhasabah’ dan lebih banyak berdoa untuk kebaikan diri, keluarga, rekan, dan tentunya negeri ini.

Perayaan tahun baru seringkali hanya berujung kesenangan sesaat untuk mengawali tahun, namun apalah artinya sebuah perayaan jika setiap hari-hari yang kita lalui tidak mencerminkan tindakan yang kita lakukan saat perayaan tahun baru, seperti semangat, antusias, dan bahagia. Maka perayaan tahun baru akan kehilangan esensinya. Namun jika tetap menghendaki berpesta di malam tahun baru, baiknya kita selalu ingat bahwa tak ada satupun nikmat yang diberikan Allah atas diri kita yang pantas untuk di dustakan. Maka rasa syukur adalah bentuk perayaan terindah bagi kita semua.

Di atas semua itu, semoga kita diberikan kesadaran bahwa apapun yang terjadi dan perayaan apa saja yang akan kita lakukan dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi diri kita setiap harinya. Sore tadi, petikan wawancara di Metro TV dengan salah satu Ibu dari Wismoyo pramugara yang sedang bertugas di pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang memberikan banyak pelajaran berharga, tentang keikhlasan, ketulusan, dan kasih sayang. Berikut Ini Link Videonya: Sosok Wismoyo di Mata Ibu

Rasanya video wawancara sederhana itu bisa menjadi satu alasan untuk kita merenungkan apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini. Akupun meleleh melihatnya.

Semoga kita semua selalu diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa mengambil setiap pelajaran berharga atas apa yang terjadi dan mensyukuri setiap nikmat Tuhan yang diberikan untuk kita, apapun itu.

Kediri, 30 Desember 2014; 23.07

Farah Adiba N.M.

Advertisements

2 thoughts on “Merayakan dengan Syukur dan Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s