Tenggat Waktu

Waktu terus berputar meninggalkan angka-angka tercetak di jam dinding. Pada setiap perputaran selalunya ada kesempatan yang seringkali terlewatkan atau sengaja dilewati. Menjadi hal yang tak terbantahkan bagi siapa saja yang menggunakan waktu dengan bijak akan banyak menciptakan peluang dari kesempatan yang dihadirkan. Lalu yang hanya duduk mengayunkan kaki memandang langit-langit untuk melamun akan semakin jauh tertinggal dari sesamanya. Kepada siapa waktu berpihak?

Waktu berpihak pada mereka yang siap, tepat, dan berfokus. Siapa saja yang berfokus untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya kesempatan akan hinggap padanya. Bisa saja dikatakan, waktu menjadi pemicu untuk terus bergerak agar tak tertinggal atau sebaliknya malah tertinggal lebih jauh dari sesamanya. Kadang, pasang surut semangat membawa pada satu titik kejenuhan, bosan, dan enggan melangkah, stagnan. Lalu apa? apa yang bisa dihasilkan dalam diam? tak ada. Aku sudah cukup usia untuk mengerti bahwa waktu akan terbuang sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka kemampuan untuk memotivasi diri selalu dibutuhkan. Kadang, betapa cemburunya aku pada orang-orang yang bisa terus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, menghasilkan banyak hal untuk dirinya juga sesamanya. Mencari alasan bukan satu pembenaran yang dianjurkan, lebih sering dilakukan akan merugikan berujung penyesalan. Jangan salahkan waktu, waktu dan kesempatan tidak pernah salah hanya saja ia berpihak pada yang siap, tepat, dan fokus. Dalam jangka waktu selama ini apa yang sudah dihasilkan? Terhanyut dalam tanya yang membuatku menikmati kebisuan dalam diam.

Meski kesempatan tidak selalu menjanjikan keberhasilan setidaknya itulah salah satu jalan untuk mencoba dan melatih diri. Adalah suatu kekuatan untuk bisa bertahan mengalahkan diri sendiri, menunda kenikmatan, dan mengatasi semua yang menjadi belenggu dalam diri. Tantangan. Waktu memberikan tantangan untuk sebuah pembuktian diri apakah mampu menjadi seperti apa yang diinginkan atau hanya berlalu menjadi angan-angan. Semua yang pernah tercatat pada janji untuk siap melangkah lebih tinggi tidak akan terlupa oleh waktu, ia merekam setiap yang terucap. Hukuman waktu yang rupanya lebih kejam untuk seorang yang mencoba lari menjauhi tujuan semoga menjadi teguran yang menampar. Meleburkan semua ego yang sudah sering dituankan menjadi sangat diperlukan dan yang lebih utama adalah menerima segala masukan, kritik, dan saran juga lebih banyak mendengarkan serta belajar dari orang lain sesuai dengan kapasitasnya.

Dan untuk tetap berdiri dibutuhkan sebuah keyakinan untuk bisa mengalahkan diri sendiri dari segala mental yang membelenggu, bermetamorfosa menjadi seorang pribadi yang harus memusnahkan setiap kali rasa malas datang. Sekedar mampu saja tidaklah cukup, dibutuhkan perjuangan. Maka akan kulakukan sebelum waktu membunuh barisan harapan yang tertoreh.

Ruang Putih, merekonstruksi diri

Selasa, 11 November 2014; 23.19

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s