Bait Sajak

Pada kata yang kau rangkai penuh makna

Aku berhenti mengeja

Atau sekedar membaca sajakmu

Ada cerita yang kau bariskan pada bait-bait puisimu

Aku ingin belajar

Keindahan frase yang kau rangkai

Hanya karena aku menikmati

Cerita yang kau sajikan

Biarkan kali ini aku belajar

Tentang secangkir inspirasi dari penamu

Yang kurasakan dari bait-bait sajakmu

Barangkali aku harus bertanya

Perihal apa, bagaimana, dan siapa

Yang memberi ruh pada bait sajakmu

Hingga kau mampu membunyikannya penuh cinta

Atau aku yang terlalu bodoh

Untuk berhenti mengeja dan membaca

Karena terlau takut merindu bait-bait sajakmu

Juga dirimu…

Ruang Putih, tempat paling sendu penuh rindu

1 November 2014; 0.13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s