Mading Sederhana

IMG-20140914-01411Ada yang sulit dituliskan apalagi mengungkapkannya dengan suara, sengaja membiarkan menjadi pilihan sedang hati meronta untuk bicara. Apa daya jika tak sanggup berkata. Sedikit menuliskannya, hanya sedikit cukup melegakan. Tumpukan demi tumpukan buku semakin memenuhi ruang kamar kost ini. Apalagi lembaran kertas bekas tugas makalah, paper, dan hasil coretan masih menghiasi meja kamar. Rak yang tersedia sudah tak cukup menampungnya, merapikannya pada kardus menjadi sangat sayang dilakukan, akhirnya dibiarkan menumpuk di meja menjadi pemandangan tersendiri di pojok ruang kamar. Jangan sampai terlihat kotor dan berantakan, maka setiap hari menjadi agenda rutin untuk membersihkan debu yang sengaja mampir. Membuka dan membacanya bergantian menjadi pilihan agar otak tetap terisi dan terus berpikir. Jika lelah, tumpukan buku-buku ini menjadi salah satu inspirasi. Memandangnya membuat aku selalu tergerak untuk menjamah lalu jelas membacanya, terserah tangan ingin membuka pada halaman ke berapa. Seringkali tak beraturan. Setiap orang punya cara tersendiri untuk mengekspresikan isi hatinya dan aku memilih buku sebagai objek ekspresi. Berasa menjadi orang yang paling bebas jika membaca buku-buku ini, mencacat sedikit kalimat yang memberikan makna entah apa yang terlintas pada benak.

Mading sederhana yang menempel pada dinding kamar menjadi tempat menuliskan semua rasa dalam kalimat. Dari situlah aku belajar banyak hal, seperti membaca apa yang sudah di tulis bisa memberikan energi positif dan semangat melakukan banyak hal. Berdiri memegang spidol warna merah lalu mencoretkannya pada salah satu tulisan di mading itu menjadi biasa aku lakukan saat satu per satu sesuatu hal sudah aku selesaikan. Aku biasa menuliskan sesuatu hal yang sedang dan akan dilakukan pada mading itu lalu jika sudah menyelesaikannya, tulisan-tulisan itu akan berubah menjadi coretan tinta merah tanda selesai. Setidaknya itu bagus untuk memberikan terapi pada diri agar tetap konsisten dan berkomitmen melakukan apa yang sudah direncanakan. Bagaimana aku belajar? Hampir setiap detik aku akan membaca tulisan-tulisan di mading sederhana ini, memandanginya, kemudian mengimajinasikan apa yang diinginkan. Bagi sebagian orang, apa yang aku lakukan mungkin akan dianggap gila tapi inilah nikmatnya menjadi orang gila yang selalu asyik dengan dunianya sendiri.

Dalam pendidikan, Belajar pada hakikatnya adalah sebuah aktivitas untuk melakukan perubahan tingkah laku pada diri individu yang sedang belajar. Perubahan tingkah laku tejadi karena adanya usaha individu yang bersangkutan baik yang mencakup ranah-ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik (Blook dalam Diknas, 2008). Secara singkat bisa disimpulkan bahwa perbedaan antara orang yang belajar dan tidak adalah Perubahan. Maka belajar bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Belajar, satu kata yang sampai detik ini masih menyelimuti pikiranku, membawa langkah kakiku sampai disini, detik ini. Untuk apa belajar? kehidupan itu dinamis, diam berarti mati berhenti pasti terlindas. Untuk itulah setiap hari adalah ladang bagiku untuk terus belajar menambah ilmu dan memperbaiki diri menjadi seorang yang lebih baik. Belajar bukan hanya melihat, membaca, mendengar, atau menulis tapi juga menemukan pemahaman (insight) terbaik tentang apa yang sudah dipelajari. Setiap detik manusia pasti belajar dari apa yang dilihat dan ditemui di sekelilingnya tapi barangkali hanya sedikit di antara kita yang bisa menemukan apa yang tersembunyi di balik proses belajar itu. Pada yang tertulis di mading sederhana ini, aku belajar bahwa ada yang harus dipertanggung jawabkan. Apakah nanti tulisan-tulisan ini akan meminta pertanggungjawabanku untuk segera diselesaikan? Iya tentu, jangan sampai menjadi bayang-bayang yang terus menghantui hidup. Mading inilah dimana aku membangun ingatan dan tindakan untuk terus berbenah. Barangkali pada setiap keadaan, mading ini menjadi tempat berbagi yang meski bisu tapi penuh warna, kata, dan cerita. Di sinilah aku juga belajar menemukan hidupku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s