Putih – Waktu

SONY DSC
gambar diambil dari http://www.fabiovisentin.com

“Would like to wear Batik today, but white outfit seems more appropriate”

Kuliah pagi-pagi sekali setelah semalam lembur tugas yang meski tak banyak tapi membutuhkan banyak tenaga ekstra untuk menyelesaikan. Tugas berupa praktek menggambar dan kerajinan tangan cukup menguras waktu, tenaga, juga uang rupanya tak cukup menyelesaikannya dalam waktu yang singkat dan ‘ndadak’. He he he. Hampir setiap minggu bahkan hari ada saja tugas yang diberikan oleh dosen, prinsipnya “tiada hari tanpa latihan” kata salah satu dosen. Amat sangat bagus dan baik untuk mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki jika setiap waktu dipenuhi dengan latihan dan tugas-tugas yang menunjangnya daripada hanya diam monoton mendengarkan teori dan materi yang diberikan. Terlalu hiperbola ya? Sekali-kali lebay tak apalah. Tidak ada yang salah dengan dosen dan tugas yang diberikan. Karena setiap mahasiswa harus ingat Dua Pasal tersirat ini: Pasal 1 Dosen tidak pernah salah; Pasal 2 Jika dosen salah kembali ke pasal satu. ha ha ha. Jangan terlalu anggap serius makna tulisan ini, nanti jatuhnya sakit perut sampai mimisan karena lelah berpikir. Nah, begitupun kalau dosen memberikan tanggung jawab berupa tugas jangan terlalu dipikir dan pusing tapi langsung dikerjakan. Take Action!

Mencuri Waktu menulis saat jam kuliah berlangsung memang tak dibenarkan, lah mau bagaimana lagi daripada ngantuk kali ini dosennya kurang bersemangat memberikan materi makanya nulis aja. “Jangan sia-siakan setiap detik waktumu” kataku dalam hati seolah membenarkan bahwa aku sedang tidak menaruh minat pada mata kuliah ini. He he he. Maaf untuk pak dosen yang mungkin kecewa, nyatanya banyak juga mahasiswa yang lebih asik “berkuliah” dengan hape-nya daripada dengan pak dosen. Ha ha ha. “Jangan pernah sekali-kali meremehkan sesuatu” suatu waktu bu dosen pernah berkata demikian padaku. Itulah… disitulah letak masalahnya. “Dewasakan dirimu dengan tidak meremehkan sesuatu” kataku dalam hati, itu pula pesan yang pernah ibu ucapkan terakhir kali, iya terakhir kali saat aku pulang sekolah dan melihat ibu memakai baju abu-abu sebelum berangkat ke rumah sakit “dek, Jaga itu kesehatan kamu. Jangan suka meremehkan sesuatu. Nanti kalau sakit obatnya mahal. Boleh ikut banyak kegiatan tapi waktumu itu loh, kamu harus bisa mengatur waktumu.” tangisan pecah saat menyadari kenyataan bahwa ternyata itu adalah nasihat terakhir yang diucapkan ibu sebelum berpulang ke pangkuanNya. Tunggu, kapan aku bisa memaknai itu sebagai suatu yang harus diubah dari diriku? akankan aku bisa?. Satu tanya muncul di tengah suara bising kelas C3: Time Management oh Time Management… Butuh berapa kali teguran lagi agar diri ini sadar? #selfLesson. ha ha ha. Sebuah tawa kecut di akhir tanya yang ditujukan pada diri sendiri. Bu dosen bilang kalau mengerjakan sesuatu tidak usah ngoyo yang penting jaga kesehatan, begitu katanya berulang kali tapi masalahnya bukan pada waktu, tugas, dan pak/bu dosen tapi pada diri yang sering bandel tak tahu waktu dan kurang disiplin, makanya tugas jadi tumpuk menumpuk bagai bukit.

aduh sebentar ya… mau nyatet materi dulu. takut dibilangnya durhaka sama dosen nanti ilmunya gak berkah. ha ha ha.

Tuh kan baru sebentar berpaling dari blog ada aja temen yang ngintip tulisan ini bilang “Far, nulis tentang diriku aja deh aku siap di wawancarain kok.” eeeuuuu shock!! ha ha ha. Oke mari kita lanjutkan saja…

Menyesal. Penyesalan letaknya tak pernah di awal, ia selalu terletak di akhir. Kenapa? karena apa yang disesali adalah sesuatu yang sudah terjadi terlebih itu karena kesalahan diri sendiri. Ah sudahlah, mari move on dan move up. Bergerak dan bertindak menjadi lebih baik dan satu lagi: Jangan meremehkan sesuatu apapun! Waktu sangat berharga untuk dimanfaatkan melakukan banyak hal dan kebaikan. Makanya, walau semalam tak (sebentar) tidur, eh! tidak tidur maksudnya. ha ha ha. Walau mata masih ngantuk dan muka pucat belum sarapan pagi tetap semangat berangkat kuliah. yeah, I’ll face it!! Niatnya sih pakai batik, tapi rupanya pakaian berwarna putih lebih menggoda mata untuk dikenakan. Putih memang menjadi warna favorit, putih bagiku adalah kedamaian, suci, bersih, sederhana, dan bersih. Putih berarti kebebasan yaitu bebas mengekspresikan segala hal yang diinginkan. Seperti hari ini, aku selalu ingin putih menghiasi hari-hariku, menjadi kanvas yang bebas kulukis menjadi segala bentuk ekspresi. Putih selalu menyediakan ruang untuk menuliskan semua rasa. Maybe, people always know what we reflected.

Putih. Putih. Putih. Apapun makna yang terselip di balik sebuah warna hendaknya akan selalu membangkitkan gairah, emosi jiwa, menstimulasi, dan memberikan efek positif dalam diri kita. Yang terpenting bagi kita adalah terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik, menghargai waktu, dan menghargai apapun yang ada di depan kita. Apapun tanggung jawab yang diberikan sebenarnya tidaklah menjadi masalah apabila kita sudah terbiasa mengorganisir waktu dengan baik. Selalu ada yang harus lebih baik setiap harinya. Mari bergerak, mari berbenah, dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

semoga aku tak meragukan niatku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s