FIND YOUR OWN DIRECTION

D S AzesaYou should be able to articulate your dreams.
In a new way, and thus bring them a little closer to reality.
The past is gone and static. Nothing we can do will change it.
The future is before us and dynamic. Everything we do will affect it.
We are responsible for our life. And nobody else.
Althought all success requires the assistance and cooperation of others, our success never be left to anyone else.
Luck is not a strategy.

DIRECTION
Pay no attention to those who say is can’t be done.
That’s just the opinion, not your reality.
Remember happiness doesn’t depend upon who you are or what you have.
It depends solely on what you think.
Don’t let the odds keep you from doing what you know in your heart you were meant to do.
Commitment in many, can do.
It is just a lie, you can get lost if you don’t know where you’re going.

Advertisements

Hamba

Tumpahkanlah… maka biarkan semua mengalir bersama tenangnya air
Hembuskanlah… maka biarkan semua terbang bersama sejuknya angin
biarkan semuanya berjalan semestinya mengalirkan cerita dalam skenario indah Allah
aku tak meragukan cintaNya
Ia yang telah membuatku berpikir semua
Ia yang menjanjikan tidak akan pernah pergi dari hambaNya
Maka sujudlah hingga air mata meleleh di pipi
Saat semua kau pasrahkan dalam sujud-sujud panjangmu
Demikianlah…
saat cinta Sang Maha Pencipta menguasai hati hamba yang dirundung rindu…

Sang Komandan

“Kau tau, Ndan. Beberapa tahun lalu ada seorang laki-laki yang kusebutnya Ayah membelikan sebuah buku tentang cerita seorang anak lelaki yang biasa dipanggil Komandan oleh teman-temannya. Kemarin aku menemukan lagi buku itu di antara tumpukan buku-buku yang sudah usang dan berdebu. Tidak dapat kupercaya masih saja aku tenggelam dan larut dalam cerita seorang Komandan yang mejelma menjadi sosok anak lelaki yang gagah dan paling berkuasa di antara teman-temannya. Hidupnya jauh dari kedua orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaannya. Ia tinggal dengan seorang adik perempuan dan beberapa orang pembantu di rumahnya. Tak inginnya disebut anak lelaki yang lemah membuat ia enggan menunjukkan apa dan siapa dirinya pada teman-temannya. Kupikir diluar kelakuan nakal dan gengsinya yang tinggi, ternyata sang Komandan sangat penyayang. Ya, aku yakin itu. Dapat kulihat pancaran matanya yang penuh dengan rasa sayang pada gadis kecil itu, adiknya. Mila namanya. Tanpa malu ia tunjukkan pada teman-temannya bahwa walaupun ia memiliki kuasa atas teman-temannya, ia dapat tunduk pada adik kecilnya.

Lapangan tempat Komandan biasa bermain dengan teman-temannya kembali ramai setelah hari-hari penuh peristiwa. Tapi tetap saja di tengah keramaian ini, banyak yang merasa kehilangan suasana yang dulu. Sepertinya kehilangan dapat bermutasi menjadi satu bentuk kerinduan yang pahit. ‘aku tidak memerlukan siapapun untuk mengingatkanku ada seseorang yang tidak kembali ke lapangan. Tentu saja sang Komandan.’ Kata Baba. Anak-anak yang bermain bola di lapangan tak seceria biasanya, kabut kesedihan masih terlihat di wajahnya. Kupikir sang Komandan terlalu berarti di hati mereka. Tampaknya kesedihan mereka lebih dari sekedar menangis dan meraung untuknya. Ya, sang Komandan telah tiada. Ia tewas dalam peristiwa kebakaran yang menghancurkan rumahnya. Ia satu-satunya korban yang tewas itu. Walaupun demikian tetap saja Komandan selalu ada di hati teman-temannya.

Membaca cerita sang Komandan membuatku jatuh dalam fantasi, memberikan energi luar biasa untuk merasakan apa yang dialami oleh Komandan dan menjadikannya merasa berarti. Kukira aku cukup pintar menyadari hal itu, tetapi tidak. Betapa hebatnya sebuah cerita hingga membuatku terhanyut ke dalam dunia orang lain, fiksi dan fantasi. Tapi tetap saja aku mengagumi sosoknya, sang Komandan.

“mungkin beginilah rasanya menjadi orang gila yang selalu asyik dengan dunianya sendiri. lost in beautiful fantasy. Yeah!”