Mata Hati #duapandangan

Dinginnya malam di Kota ini memberikan tanya pada jiwa yang mulai sepi, terasing dari ramainya dunia. Boleh jadi ditemukannya kebahagiaan pada sunyinya malam, boleh jadi pula ditemukannya sepi di tengah ramainya dunia. Dunia, waktu, dan seisinya memang penuh paradox dan bertolak belakang dari apa yang terlihat. Maka pandangan mata bukanlah satu-satunya pilihan untuk memahami dan mengerti. Ada kalanya kita terjebak oleh pandangan mata yang justru tidak menampakkan hal yang sebenar-benarnya. Tak bisa dipungkiri pula pandangan mata adalah pintu pertama untuk melihat apa yang ada. Berkaca dari keduanya, akan selalu ada sesuatu yang bisa dilihat oleh mata yaitu yang terlihat di luar tapi juga akan selalu ada sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata yaitu apa yang ada di dalam hati nurani. Dua hal yang sangat berbeda yang semestinya selalu mengingatkan kita agar tidak terlena hingga tertipu oleh apa yang terlihat saja, namun juga mencoba mengamati apa yang tidak tampak. Bukan suatu perkara mudah agar hati nurani terlatih untuk bisa peka melihat apa yang ada bukan hanya yang tampak dari mata, tapi juga bisa membaca dari kacamata hati. Tidak ada yang bisa salah dari bisikan hati nurani karena disitulah muara kebaikan dan kebersihan hati manusia. Lalu mana yang ingin kau baca, dari pandangan mata atau kacamata nurani? Kacamata nurani tidak terbelenggu ruang dan waktu. Nurani adalah hakikat kebenaran. Maka lihatlah ia sebagai kebenaran yang tak berbatas.

Salam hangat,

Farah Adiba NM

Advertisements

2 thoughts on “Mata Hati #duapandangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s