Mencari yang Hilang (sementara)

Kejadian kecil yang paling menyebalkan adalah ketika: lupa menaruh barang.

Seandainya saja setiap benda punya alarm layaknya handphone yang bisa di missed call pasti akan mudah di temukan. Tapi bagaimana jika benda itu adalah buku atau kunci. Ah menyebalkan sekali pasti jika lupa menaruhya dan mencarinya tak kunjung ketemu. Banyak sekali waktu yang terbuang jika kejadian ini terus berulang apalagi jika di alami olehku, orang yang sering lupa. Semoga itu bukan tanda-tanda cepat pikun. Amiin.

Berulangkali aku mengalami hal demikian, yang sepertinya juga sering dialami oleh banyak orang. Pernah waktu itu lupa menaruh kunci motor padahal akan segera di gunakan untuk kuliah, ternyata oh ternyata kunci sudah aku masukkan di kantong celana yang aku kenakan waktu itu. Betapa menyebalkannya saat-saat seperti itu. Mungkin sesekali otak ini juga perlu sering dilatih untuk tidak teledor dan lupa. Memberikan stimulasi kecil-kecilan.

Kejadian seperti itu terulang lagi hari ini. Pagi-pagi harus disibukkan dengan buku rekening bank yang entah lupa kutaruh dimana, padahal aku harus segera ke bank untuk mengurus sesuatu. Sudah enam jam sejak tadi pagi pukul 06.00 buku rekening itu tak aku temukan, padahal semalam aku sudah mempersiapkannya di suatu tempat agar besok bisa cepat mengurus di bank. Tapi sayang aku lupa meletakkannya dimanaa. Untuk sementara waktu aku menyerah mencarinya, mari sholat dulu karena ini sudah masuk waktu dhuhur.

***

Selesai sholat dan berdoa semoga buku rekening itu segera ketemu, kuputuskan untuk menulis saja sambil mengingat-ingat dimana buku itu kutaruh. Huh. Aku tak mau kejadian seperti ini terus berulang dalam hidupku. Bukankah kita semua tahu bahwa tidak ada satupun kejadian di alam ini tanpa kehendakNya. Pasti terselip hikmah dan terjadi atas ijinNya. Ya, aku tafsirkan ini sebagai peringatan dariNya untuk lebih memperhatikan, menghargai, dan menjaga apa yang dititipkan olehNya. Kita tahu semua ini titipanNya, bahkan semua benda atau hal yang dimiliki dan di “akui” termasuk yang menempel dalam diri yang dilabeli “KU” adalah hanya pinjaman dan akan dimintai pertanggungjawaban olehNya dan akan kembali kepadaNya nanti.

Kurapikan lagi barang-barang yang berantakan karena mencari satu saja buku rekening bank yang lupa kutaruh dimana. Sudahlah… aku buat saja sebuah daftar barang dan tempatnya lalu kutempelkan pada papan mading kecil-kecilan yang aku buat di kamar. Semoga itu menjadi pengingat paling ampuh ketika lupa dimana meletakkan barang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s