Romansa (keromantisan dg latar historis atau imajiner)

Pertemuan dengan beberapa orang teman saat buka bersama sore tadi memberikan banyak kesan dan cerita yang unik. Awalnya sedikit canggung karena sudah lama tidak bertemu, biasanya hanya berkomunikasi via telepon dan media sosial. Bertemu dengan teman lama seperti membaca sebuah sejarah di masa yang lalu. Obrolan ringan, senda gurau, dan menikmati sajian buka puasa sederhana di salah satu resto mampu mencairkan suasana. Beku dan diam pecah menjadi sebuah tawa dan obrolan sarat emosi. Semua seakan berebut ingin berbagi cerita.

Ada banyak hal baru yang aku nikmati sore ini. Perasaan yang sangat wajar terjadi jika bertemu teman-teman lama. Kali ini posisi kita sudah sangat jauh berbeda. Dahulu kita masih bersama-sama menikmati indahnya bangku sekolah, melewati hari-hari berkutat dengan buku dan menerima pelajaran yang kadang membosankan. Aku selalu menemukan cerita masa lalu ketika bertemu dengan teman-temanku, ini tidak berarti aku selalu mengingat masa lalu yang konotasinya buruk. Tidak. Aku selalu menikmati hangatnya masa lalu yang unik, menggelitik untuk di ceritakan, menjadi sebuah bahan yang asik untuk di tertawakan. Bertemu teman lama seperti melompat pada masa lalu. Mereka bisa menyajikan banyak cerita yang tak terlupakan. Jangan menganggap ini sesuatu yang berlebihan, karena jika perasaan mengatakan bahagia, tak ada yang bisa menghalangi ungkapan ekspresi bahagia itu, termasuk waktu.

Betapa dahulu, di masa itu, kami masih sama-sama polos, sama-sama berproses menjadi dewasa, melewati setiap tangga impian yang pernah di ikrarkan. Terkadang banyak orang takut melakukan kesalahan dan hal-hal yang mungkin orang lain pikir itu adalah “bodoh”, tapi menurutku itu adalah bagian unik dari sebuah kenangan. Katakan SEJARAH. Kita tidak akan pernah lepas dari cerita masa lalu. Tidak akan. Kekonyolan, kegagalan, kebodohan, dan semua yang kita lakukan di masa lalu adalah tahapan proses yang memang harus di lalui. Jangan pernah mengelak dari masa lalu. Karena sejarah tetap akan mencatat tiga masa yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Lalu pertanyaannya, mengapa dulu kami melakukan banyak hal yang sebagian orang dewasa menganggap “bodoh” dan sebagian orang sibuk menyalahkan satu sama lain karena hal-hal bodoh yang kami lakukan? Mengapa?. Dulu aku tak pernah tahu dan ingin tahu apa jawabannya. Saat itu yang terpikir adalah, kami menyesalinya namun tidak pernah menemukan pemahaman yang benar dari apa yang orang-orang dewasa itu takutkan atau khawatirkan terhadap apa yang kami lakukan. Setelah sekian tahun berlalu seiring bertambahnya usia, tumbuhlah pemahaman yang selama ini kami cari-cari.

Pemahaman baik adalah bagian penting dalam hidup ini. dan orang-orang yang mau mengerti juga berpikirlah yang pasti akan mengerti dan memetik hikmahnya.

Janganlah dipertanyakan lagi mengapa hal itu terjadi. Karena kini kami hanya mengerti, dulu kami melakukan banyak hal dengan satu kata “bahagia” menurut definisi kami saat itu. Masa-masa duduk di bangku sekolah. Kami tak peduli dengan apa yang dikatakan orang. Kami hanya butuh ‘senang’ dan saat itu banyak hal yang kami lakukan dengan senang hati tanpa peduli aturan atau larangan. Cap membangkang, nakal, dan tidak tahu aturan bukan hal yang buruk bagi kami. Justru itu menjadi kenangan tersendiri yang kami tempatkan di ruang ternama hati.

Cerita yang akhirnya mengungkapkan rahasia besar bahwa kami “punya kenangan”. Sebut itu sebagai kenangan yang selalu melekat dalam ingatan dan akan mengingatkan kami ketika suatu saat nanti kami kembali bertemu. Aku tak mau menyebut kesalahan dan kebodohan masa lalu itu sebagai penyesalan, itu bukan cara yang baik untuk melangkah ke masa depan. Kusebut sebagai kenangan karena aku bebas mengekspresikan kenangan dengan tawa, dengan lelucon, dan dengan segenggam cerita yang nantinya akan mengantarkan kami pada sebuah ingatan yang indah tentang masa itu. Mengapa tak kami pedulikan orang lain saat itu? karena kami melakukan semua hal dengan hati. Bukankah jika melakukan penuh beban akan mengganjal di hati? itulah mengapa kami menikmatinya. MENIKMATI. Catat itu baik-baik. Waktu itu kami menikmati bahagianya melakukan banyak hal dengan hati, detik itu pula ada sinyal yang terkirim ke otak untuk mengukir cerita pada lembar-lembar catatan di hati.

Itulah yang membuat kami kuat, membuat masa depan kami terasa lebih hidup. Karena kami melakukan dengan hati. dengan HATI. Bongkah hati yang menumbuhkan rasa cinta atas banyak sekali kejadian, kenangan, dan tindakan. Mungkin itu pula jawaban yang bisa aku berikan kepada banyak orang yang bertanya-tanya “kenapa sih kamu bisa memberikan porsi cinta yang lebih banyak pada hal yang mungkin jarang sekali dipedulikan orang?”. Ketika aku mencintai suatu hal, aku menemukan mimpi dan kekuatan di dalamnya. Ketika aku mencintai apa yang kulakukan, itu yang mendekatkanku pada rasa syukur untuk Tuhanku bahwa telah menempatkanku pada tempat, waktu, dan pilihan yang tepat. Aku menempatkan setiap hal yang aku lakukan di HATI.

Aku mencintai masa lalu sebagai kenangan, menjadikannya pelecut semangat dan kekuatan saat ini, lalu melompat penuh keyakinan bahwa aku tumbuh dari kenangan di masa lalu, memprosesnya, lalu menikmati hasilnya. Aku belajar banyak hal dari itu.

Ketahuilah…

Apapun yang akan orang katakan. Kebahagiaan itu adanya di hatiku. Bukan di hati kalian. Bukan di hati orang-orang yang sibuk berkomentar tentangku.

Ps. Ditulis di malam yang dinginnya mencapai 19 derajat celcius, saat tubuh sudah di lilit selimut, tapi hati terus menggelitik agar jemari menuliskan ungkapan hati yang bahagia karena bertemu teman lama dan bercengkrama penuh kehangatan mengungkap memori masa lalu. Kupersembahkan untuk teman-temanku, untuk hatiku yang selalu syahdu mengingat masa lalu, dan untuk siapapun yang selalu melakukan banyak hal dengan penuh cinta dari hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s