MENCINTAI PILIHAN #3

Enam bulan berikutnya, kegiatannya masih sama yaitu liputan di sekolah maupun di luar sekolah, jepret sana-sini, nulis artikel, “memproduksi” ide-ide yang fresh, koreksi majalah pra cetak, de el el. Tapi seruuuuuuu!! Seruu sekali (bagi orang yang menikmati dan merasa cinta dengan apa yang dilakukan. hehehe.). Terbitlah majalah sekolah edisi kedua di tahun 2011. Dalam waktu setahun itu, kesibukan-kesibukan menjadi jurnalis sekolah itu menjadi hal unik yang berbeda dari masa-masa MTs dulu. Aku dan teman-teman juga masih sering mengikuti lomba dan perkumpulan jurnalis Kota Kediri. Ya intinya, biar lebih banyak pengalaman dan ilmu yang didapat untuk tim Media SMAGA.

Oh ya, selain aktif di Jurnalis Sekolah, aku juga aktif di ekstra KIR (Karya Ilmiah Remaja) dan Broadcasting. Tapi ya gitu karena kebanyakan ikut ekstrakurikuler jadinya kan gak efektif dan akhirnya aku memutuskan untuk lebih rajin di Jurnalis dan KIR saja, selain itu stop dulu. Satu tahun ikut di dua kegiatan itu membuatku menemukan banyak sekali ilmu bukan hanya di dunia jurnalis dan tulis menulis, tapi juga kehidupan, totalitas, kerja keras, dan cinta dengan apa yang dilakukannya, aku menemukan pelajaran berharga dari orang-orang yang luar biasa hebat, orang-orang yang mengorbankan hidupnya karena kecintaannya dengan apa yang dilakukannya, orang-orang yang selalu mendukung dirinya dan sesamanya untuk melakukan setiap hal dengan penuh cinta dan ikhlas. Orang-orang luar biasa yang punya komitmen demi kemajuan orang lain. Orang-orang ini bisa aku katakan, ia mengorbankan hidup dan waktunya untuk membuat anak didiknya sukses dan menjadi yang terbaik. Yaa benar sekali, aku menemukan orang-orang itu dari dua ekstrakurikuler itu.

“Kelilingilah diri sendiri dengan teman-teman yang sibuk mengejar cita-cita, maka kita akan ikut mengejar cita-cita. Kelilingilah diri sendiri dengan teman-teman yang giat belajar, tak henti mencari ilmu, maka kita akan ikut giat belajar, tak henti mencari ilmu. Kelilingilah diri sendiri dengan teman-teman yang selalu menyemangati, berkata positif, memotivasi, maka kita akan ikut semangat, berkata positif, dan termotivasi. Kelilingilah diri sendiri dengan teman-teman yang saling mengerti, menerima apa adanya, maka kita akan dapat ikut saling mengerti, menerima apa adanya. Sungguh, rumus ini tidak akan keliru.” –darwis tere liye

Aku juga bersyukur, dihadapkan pada kenyataan bahwa aku dilahirkan dari keluarga yang demokratis, yang mendukung setiap langkah yang akan aku lakukan selama itu baik, positif dan bermanfaat. Dengan keadaan itu, aku lebih enjoy menikmati setiap kegiatan yang aku lakukan di sekolah maupun di luar sekolah. Meskipun seringkali aku lembur ketika ada lomba KIR dan tugas meng-edit artikel majalah yang belum selesai, itu tidak mengurangi semangatku untuk belajar dan menjadi juara kelas (ranking 3). Hal-hal itu semakin meyakinkanku untuk terus mencintai apa yang aku lakukan. Mencintai menulis, mencintai hidup ini dengan rangkaian kata yang selalu menghiasi waktuku. Simfonikan dunia lewat tulisan.

Setiap hal yang sudah menjadi pilihan, tidak bisa diabaikan bahkan dilepaskan begitu saja. Pilihan itu akan terus kamu genggam, mengkristal di kepala karena itulah dirimu, hidupmu. Maka, Hidupilah Pilihan Hidupmu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s